Budget sebagai outcome/hasil dari proses penyusunan budget (budgeting) merupakan tools bagi perusahaan dalam mencapai tujuannya secara efektif dan efisien. Tahapan penyusunan budget secara umum dapat dibedakan dengan dua pendekatan, yaitu conventional approach dan zero-based budgeting.
a. Conventional approach-- merupakan pendekatan yang banyak digunakan, terutama untuk perusahaan yang telah melakukan aktivitas bisnis sebelumnya (artinya pendekatan ini dipakai ketika perusahaan telah memiliki historical data)
b. Zero-based budgeting -- sebuah pendekatan kontemporer, dimana perusahaan lebih memilih untuk membuat rencana keuangannya berdasarkan "titik nol (zero)". Dengan kata lain, apa yang diperoleh pada periode sebelumnya tidak menjadi konstrain utama.Perusahaan akan fokus pada kegiatan/aktivitas yang akan dilakukan.
Pendekatan conventional sebagai sebuah pendekatan yang muncul terlebih dahulu untuk banyak perusahaan tetap menjadi pilihan. Pembahasan berikut merupakan tahapan penyusunan budget dengan pendekatan conventional.
1.Mengidentifikasi kebutuhan akan team penyusun budget, jangka waktu yang dibutuhkan, dan berbagai hal lainnya. Langkah ini dirancang dan dieksekusi oleh manajemen perusahaan. Umumnya team penyusun budget dibentuk untuk perusahaan-perusahaan dengan skala menengah-besar. Bukan berarti perusahaan kecil tidak ada yang melakukan, tetapi team menjadi begitu penting ketika perusahaan itu sudah semakin besar skalanya. Kriteria dan latar belakang anggota team menjadi fokus perhatian, agar budget yang disusun betul-betul tersusun baik dan komprehensif
[bagaimana karakter anggota bisa mempengaruhi sebuah budget dapat dibaca postingan sebelumnya yang berjudul "Kasak Kusuk Perusahaan Kasut"]
2. Setelah team terbentuk dengan segala perangkatnya,team melakukan pengumpulan data dan informasi yang akan dibutuhkan dalam penyusunan budget.Berkaitan dengan kapan sesuatu disebut data dan kapan itu menjadi informasi , mungkin kita bisa menggunakan benag merah sebagai berikut : ketika yang kita dapatkan itu berpengaruh langsung terhadap pengambilan keputusan (decision making) maka itu disebut INFORMASI. Tetapi ketika yang didapatkan itu "belum" mempengaruhi susuatu keputusan yang akan diambil, maka disebut DATA.
Dalam penyusunan anggaran, kedua-duanya mesti dikumpulkan (gather) oleh team penyusun budget.
Data atau informasi itu dapat bersifat kuantitatif, kualitatif, berasal dari sumber pertama atau sekunder (olahan). Seperti jumlah penduduk, berita di media cetak/elektronik, dokumentasi/catatan perusahaan, dan lainnya.
3. Setelah data dan informasi berhasil dikumpulkan, maka langkah selanjutnya adalah mengolah data atau informasi dengan tools/alat bantu berupa metode ilmiah/statistik , matematis, atau formula yang telah teruji lainnya. Dapat dilakukan secara manual maupun terkomputerisasi.Misalnya data masa lalu tentang penjualan akan diolah dengan metode proyeksi garis lurus (dalam statistik misalnya dengan metode least-square).
4. Hasil olahan pada langkah 3 menjadi bahan utama bagi team penyusun budget dalam menyusun budget yang diinginkan. Budget - budget yang disusun bisa berjumlah sedikit atau banyak, relatif tergantung pada kebutuhan manajemen perusahaan tersebut.
Penyusunan budget dianggap selesai, ketika dokumen budget telah diapproved oleh manajemen perusahaan (diformalisasi dengan tanda tangan, biasanya direktur keuangan)
Demikian tahapan penyusunan budget, mudah-mudahan bermanfaat
Salam,
Jumat, 21 September 2012
Bahan Untuk Mahasiswa Praktikum Manajemen Investasi
Berikut berita yang dimuat harian detikpagi edisi 21 September 2012 terkait risiko (atau return) yang akan diderita (didapatkan) seorang investor saat berinvestasi di pasar saham.
Silahkan diunduh dan kemudian dibaca untuk "bahan" pada mata kuliah Manajemen Investasi
link : sumber
Terimakasih
Silahkan diunduh dan kemudian dibaca untuk "bahan" pada mata kuliah Manajemen Investasi
link : sumber
Terimakasih
Ibu Ibu Itu
"Bro, gue ada cerita buat blog lo!" , seorang teman yang sudah lama tinggal di ibukota menyampaikan hal itu dengan antusias saat kami bertemu beberapa waktu lalu
"Cerita apaan?!"
"Pokoknya bagus deh !"
"Apaan ?" penasaran saya menunggu ceritanya
Lalu berceritalah teman, yang kita sebut saja dengan Bob. Cerita tentang pengalamannya dua bulan sebelum kami bertemu pada hari itu.
Bob saat itu sedang berbelanja kebutuhan dapur. Istrinya yang sakit "terpaksa" meminta dirinya yang saat itu lagi cuti kerja untuk membeli kebutuhan rumah tangga mereka di pasar. Saat dipasar, berbekal daftar belanjaan yang diberi sang istri, Bob mulai membeli barang-barang yang tertera pada daftar tersebut. Hingga kemudian ia sampai di sebuah kedai, tempat barang-barang dapur, berupa tomat, sayur, dan sejenisnya.
Setelah selesai memilih sayuran , Bob mencoba menawar sayuran tersebut (walaupun ia tidak yakin, sipenjual akan mau).
"Berapa nih buk ?"
"Tiga ribuan. Biasa !"
"Dua ribuan ya !" iseng saja Bob menyebut angka tersebut. Dia sebenarnya sudah diberitahu sang istri kalau harga sayuran saat ini paling murah tiga ribu. Tidak ada lagi yang dibawah itu. Kalau ada, paling kalau sayurannya sudah layu. Tetapi sayuran ini tidak !
Agak lama si ibu penjual menjawab, tetapi kemudian " Ambillah. Sepertinya Mas memang membutuhkannya!"
Bob kemudian membayar dua ribu dengan perasaan menang.
===
Siangnya, karena sang istri sakit, maka tugas menjemput anak-anak dari sekolah pun menjadi tanggungjawabnya. Maka Bob berangkat ke sekolah Dita, anaknya. Sampai disekolah, bel pulang belum berbunyi. Bob kemudian duduk menunggu di sebuah warung. Dia kemudian leluasa mengawasi para orangtua yang mau menjemput buah hati mereka.
Bob kemudian melihat ibu penjual sayuran di pasar tadi dari kejauhan. Sepertinya si ibu juga menunggu anaknya.
Begitu bel sekolah berbunyi, anak-anak berhamburan keluar dari kelas. Ada yang langsung berjalan pulang, atau mencari transportasi, dan bagi yang biasa dijemput orangtuanya, langsung mencari para orangtuanya.
Bob sudah bersama Dita. Mereka bersiap pulang.
Bob melihat si ibu penjual sayuran tadi berjalan memegang tangan 2 (dua) orang anak kecil sebaya Dita. Mereka berjalan menjauhi sekolah.
===
Ketika malam hari, Bob memutuskan untuk mencari gorengan untuk dimakan saat ia nanti mengerjakan pekerjaan kantor. Dengan mengendarai motor, Bob pergi menuju tempat para penjual gorengan.
Sesampai disana, lagi-lagi ia menemukan si ibu penjual sayuran di pasar tadi !
Rupanya si ibu juga menjual gorengan pada malam hari. Penasaran dengan semua itu, maka Bob memutuskan membeli gorengan di tempat si ibu.
Sesampai di tempat si ibu, ternyata ibu itu barusan memberikan sebungkus gorengan ke anak jalanan (dilihat dari pakaian mereka)
Anak-anak jalanan itu dengan wajah ceria mengucapkan terimakasih. Tercenung juga Bob, sebelum ia bertanya.
"Bu..jual gorengan juga?"
Kebingungan si ibu mengenali pembeli yang sepertinya sudah familiar dengannya itu. Berusaha mengingat..
"Saya yang tadi pagi membeli sayur di pasar dengan ibu. Yang nawar!" Bob menjelaskan.
"Ooo..iya..iya" akhirnya si ibu ingat
Berhubung sepi, maka Bob kemudian melanjutkan pertanyaannya.
"Boleh saya tanya Bu?"
"Silahkan Mas" dengan sopan si ibu menjawab
"Bapak ada ? Karena tadi pagi di pasar saya lihat ibu sendiri, menjemput anak juga sendiri, sekarang juga demikian. Lagi pula kayaknya ibu gak capek-capek. Kerja terus"
Tersenyum perempuan itu dan kemudian menjawab
"Bapak anak-anak sakit di rumah. Sudah 3 bulan akibat terkena stroke.Anak-anak juga masih pada di SD, jadi makanya saya yang harus melakukannya sendiri.."
Bob tahu si ibu itu lelah, tapi dari semangat dan tutur katanya, sepertinya si ibu tidak ingin orang mengasihani dirinya.
Bob kemudian menanyakan, mengapa di pasar si ibu mau saja mengurangi harga sayuran yang ia beli. Si ibu menjawab "Mas, rezeki itu dari Allah SWT. Begitu Mas menawar sayuran itu, mungkin Mas memang membutuhkan sekali dan kekurangan uang. Jadi saya percaya memang Allah menakdirkan dagangan saya saat itu dihargai dua ribu. Tidak mungkin ada yang nawar kurang kalau orang itu tidak kesulitan sekali!" mantap si ibu menjelaskan.
"Lalu tadi saya lihat ibu juga memberikan gorangan ke anak jalanan?"
"Sedikit saja Mas, mereka kelaparan. Kebetulan setiap ibu jualan mereka kesini minta, mungkin rezeki mereka lewat kami"
Bob semakin terpana, tidak disangkanya orang yang sepertinya "lebih kekurangan " dibanding dirinya ternyata punya konsep hidup yang lebih baik.
"Jadi gitu bro, sejak kejadian itu, gue jadi lebih bisa melihat segala sesuatu hal lebih baik. Insya Allah"
teman saya mengakhiri ceritanya.
===
Pembaca yang berbahagia...
Saya mungkin tidak akan berpanjang-panjang lagi. Cerita diatas memiliki hikmah untuk kita semua. Bagaimana perjuangan seorang ibu merawat suaminya, membesarkan anaknya, menafkahi keluarga, dengan sebuah keyakinan bahwa Allah SWT senantiasa mengetahui dan akan menolong dirinya. Tiada ketakutan. Tidak ada kekikiran. Semuanya seakan-akan lapang bagi dia.Never Give Up. Never Surrender
Bukan berarti kemudian kita mengatakan tidak ada bapak-bapak yang melakukan hal yang sama !
Banyak bapak-bapak yang saya yakin melakukan pekerjaan dengan ikhlas untuk menafkahi keluarganya. Tetapi ketika seorang ibu-ibu yang melakukan, saya yakin kita lebih mendapatkan sebuah PESAN yang kuat.
Mudah-mudahan kita semakin menyayangi ibu kita, karena Rasul sendiri mengatakan bahwa " orang yang wajib kita santuni adalah ibu, ibu, ibu dan setelah itu baru bapak".
[do'a dan bakti kita tentunya terus kita lakukan, bahkan saat beliau sudah tiada]
Mudah-mudahan kita menjadi lebih bersimpati dan memperhatikan sekeliling kita. Tidak begitu saja main tawar dagangan seseorang. Menjadi lebih peduli kepada anak-anak jalanan yang membutuhkan uluran tangan kita. Mau berbagi ! Seperti yang dilakukan oleh ibu-ibu itu [demikian Bob menyebut , karena dia tidak mengetahui namanya]
Salam,
note :
terimakasih kepada Bob, mudah-mudahan share ceritanya ini menginspirasi kita semua.Insya Allah
Aamiin..
"Cerita apaan?!"
"Pokoknya bagus deh !"
"Apaan ?" penasaran saya menunggu ceritanya
Lalu berceritalah teman, yang kita sebut saja dengan Bob. Cerita tentang pengalamannya dua bulan sebelum kami bertemu pada hari itu.
Bob saat itu sedang berbelanja kebutuhan dapur. Istrinya yang sakit "terpaksa" meminta dirinya yang saat itu lagi cuti kerja untuk membeli kebutuhan rumah tangga mereka di pasar. Saat dipasar, berbekal daftar belanjaan yang diberi sang istri, Bob mulai membeli barang-barang yang tertera pada daftar tersebut. Hingga kemudian ia sampai di sebuah kedai, tempat barang-barang dapur, berupa tomat, sayur, dan sejenisnya.
Setelah selesai memilih sayuran , Bob mencoba menawar sayuran tersebut (walaupun ia tidak yakin, sipenjual akan mau).
"Berapa nih buk ?"
"Tiga ribuan. Biasa !"
"Dua ribuan ya !" iseng saja Bob menyebut angka tersebut. Dia sebenarnya sudah diberitahu sang istri kalau harga sayuran saat ini paling murah tiga ribu. Tidak ada lagi yang dibawah itu. Kalau ada, paling kalau sayurannya sudah layu. Tetapi sayuran ini tidak !
Agak lama si ibu penjual menjawab, tetapi kemudian " Ambillah. Sepertinya Mas memang membutuhkannya!"
Bob kemudian membayar dua ribu dengan perasaan menang.
===
Siangnya, karena sang istri sakit, maka tugas menjemput anak-anak dari sekolah pun menjadi tanggungjawabnya. Maka Bob berangkat ke sekolah Dita, anaknya. Sampai disekolah, bel pulang belum berbunyi. Bob kemudian duduk menunggu di sebuah warung. Dia kemudian leluasa mengawasi para orangtua yang mau menjemput buah hati mereka.
Bob kemudian melihat ibu penjual sayuran di pasar tadi dari kejauhan. Sepertinya si ibu juga menunggu anaknya.
Begitu bel sekolah berbunyi, anak-anak berhamburan keluar dari kelas. Ada yang langsung berjalan pulang, atau mencari transportasi, dan bagi yang biasa dijemput orangtuanya, langsung mencari para orangtuanya.
Bob sudah bersama Dita. Mereka bersiap pulang.
Bob melihat si ibu penjual sayuran tadi berjalan memegang tangan 2 (dua) orang anak kecil sebaya Dita. Mereka berjalan menjauhi sekolah.
===
Ketika malam hari, Bob memutuskan untuk mencari gorengan untuk dimakan saat ia nanti mengerjakan pekerjaan kantor. Dengan mengendarai motor, Bob pergi menuju tempat para penjual gorengan.
Sesampai disana, lagi-lagi ia menemukan si ibu penjual sayuran di pasar tadi !
Rupanya si ibu juga menjual gorengan pada malam hari. Penasaran dengan semua itu, maka Bob memutuskan membeli gorengan di tempat si ibu.
Sesampai di tempat si ibu, ternyata ibu itu barusan memberikan sebungkus gorengan ke anak jalanan (dilihat dari pakaian mereka)
Anak-anak jalanan itu dengan wajah ceria mengucapkan terimakasih. Tercenung juga Bob, sebelum ia bertanya.
"Bu..jual gorengan juga?"
Kebingungan si ibu mengenali pembeli yang sepertinya sudah familiar dengannya itu. Berusaha mengingat..
"Saya yang tadi pagi membeli sayur di pasar dengan ibu. Yang nawar!" Bob menjelaskan.
"Ooo..iya..iya" akhirnya si ibu ingat
Berhubung sepi, maka Bob kemudian melanjutkan pertanyaannya.
"Boleh saya tanya Bu?"
"Silahkan Mas" dengan sopan si ibu menjawab
"Bapak ada ? Karena tadi pagi di pasar saya lihat ibu sendiri, menjemput anak juga sendiri, sekarang juga demikian. Lagi pula kayaknya ibu gak capek-capek. Kerja terus"
Tersenyum perempuan itu dan kemudian menjawab
"Bapak anak-anak sakit di rumah. Sudah 3 bulan akibat terkena stroke.Anak-anak juga masih pada di SD, jadi makanya saya yang harus melakukannya sendiri.."
Bob tahu si ibu itu lelah, tapi dari semangat dan tutur katanya, sepertinya si ibu tidak ingin orang mengasihani dirinya.
Bob kemudian menanyakan, mengapa di pasar si ibu mau saja mengurangi harga sayuran yang ia beli. Si ibu menjawab "Mas, rezeki itu dari Allah SWT. Begitu Mas menawar sayuran itu, mungkin Mas memang membutuhkan sekali dan kekurangan uang. Jadi saya percaya memang Allah menakdirkan dagangan saya saat itu dihargai dua ribu. Tidak mungkin ada yang nawar kurang kalau orang itu tidak kesulitan sekali!" mantap si ibu menjelaskan.
"Lalu tadi saya lihat ibu juga memberikan gorangan ke anak jalanan?"
"Sedikit saja Mas, mereka kelaparan. Kebetulan setiap ibu jualan mereka kesini minta, mungkin rezeki mereka lewat kami"
Bob semakin terpana, tidak disangkanya orang yang sepertinya "lebih kekurangan " dibanding dirinya ternyata punya konsep hidup yang lebih baik.
"Jadi gitu bro, sejak kejadian itu, gue jadi lebih bisa melihat segala sesuatu hal lebih baik. Insya Allah"
teman saya mengakhiri ceritanya.
===
Pembaca yang berbahagia...
Saya mungkin tidak akan berpanjang-panjang lagi. Cerita diatas memiliki hikmah untuk kita semua. Bagaimana perjuangan seorang ibu merawat suaminya, membesarkan anaknya, menafkahi keluarga, dengan sebuah keyakinan bahwa Allah SWT senantiasa mengetahui dan akan menolong dirinya. Tiada ketakutan. Tidak ada kekikiran. Semuanya seakan-akan lapang bagi dia.Never Give Up. Never Surrender
Bukan berarti kemudian kita mengatakan tidak ada bapak-bapak yang melakukan hal yang sama !
Banyak bapak-bapak yang saya yakin melakukan pekerjaan dengan ikhlas untuk menafkahi keluarganya. Tetapi ketika seorang ibu-ibu yang melakukan, saya yakin kita lebih mendapatkan sebuah PESAN yang kuat.
Mudah-mudahan kita semakin menyayangi ibu kita, karena Rasul sendiri mengatakan bahwa " orang yang wajib kita santuni adalah ibu, ibu, ibu dan setelah itu baru bapak".
[do'a dan bakti kita tentunya terus kita lakukan, bahkan saat beliau sudah tiada]
Mudah-mudahan kita menjadi lebih bersimpati dan memperhatikan sekeliling kita. Tidak begitu saja main tawar dagangan seseorang. Menjadi lebih peduli kepada anak-anak jalanan yang membutuhkan uluran tangan kita. Mau berbagi ! Seperti yang dilakukan oleh ibu-ibu itu [demikian Bob menyebut , karena dia tidak mengetahui namanya]
Salam,
note :
terimakasih kepada Bob, mudah-mudahan share ceritanya ini menginspirasi kita semua.Insya Allah
Aamiin..
Kamis, 20 September 2012
Saat Titipan Itu Diambil Kembali
Pagi kemaren sekitar pukul 06.30 WIB, masuk sebuah pesan singkat ke handphone istri saya, dari adiknya di Jakarta, mengabarkan bahwa anaknya yang sudah lebih kurang sepekan di rawat di rumah sakit, pada layar monitor EKG (electrokardiograph) nya menunjukkan garis datar.Istri saya kemudian menelpon sang adik dan mengatakan , bahwa untuk sabar dan tabah menghadapi "kepergian" Zikri, yang berumur 6 bulan. Sekitar sejam kemudian, 07.30 WIB secara resmi pihak rumah sakit menyatakan secara resmi bahwa sang anak telah berpulang ke rahmatullah [Rabu, 19 September 2012]. Innalillahi wainnailaihi raji'un..
Sempat dipasang berbagai peralatan untuk mensupport kehidupannya, Zikri, yang didiagnosa menderita penyakit meningitis , anak ketiga dari Dede dan Yeni, meninggalkan kami semua, setelah "berjuang" melawan penyakitnya. Karena kehendak Allah SWT, pihak keluarga tidak dapat menghentikan "maut" itu, sedetik jua. Bahkan saat beberapa hari yang lalu, kondisinya yang secara medis sudah tidak tertolong, juga tidak bisa "maut" itu juga dimajukan sedetik jua. Kematian datang pada TEPAT waktunya !
Usaha manusia adalah ikhtiar semaksimalnya. Hasil akhir Allah SWT yang menentukan. Duka dan kesedihan menyelimuti kami semua.Keikhlasan dan kesabaran, mudah-mudahan selalu menjadi "pakaian" Dede dan Yeni sebagai orangtua, dan kami seluruh keluarga besar.Aamiin.
Pembaca yang berbahagia...
Sharing atas berita sedih ini bukan untuk mendapatkan simpati dari pembaca. Juga bukan untuk menyebarkan kesedihan, bukan menyampaikan ketakutan/ancaman. Tetapi untuk mengingatkan kita semua akan kematian. Bukankah sebaik-baik pemberi peringatan itu adalah KEMATIAN ?
Nasehat kematian dalam filosofi Minangkabau adalah melalui sebuah pepatah singkat : mumbang jatuah, kalapo jatuah (calon buah kelapa jatu, kelapa juga jatuh) -- artinya kematian itu tidak mengenal strata usia. Ia bisa datang sewaktu-waktu !
Zikri yang masih bayi, tentu tidak memiliki catatan dosa. Insya Allah, tentu tempatnya di jannah (surga). Kita berharap semua tentunya, kita berkumpul di surgaNya Allah SWT nantinya. Aamiin..
Lesson yang menarik adalah, bagaimana kedua anak saya (Yazid dan Zahra), yang duduk di kelas V dan IV SD, saat dalam perjalanan pulang dari sekolah, membicarakan kepergian adik sepupunya. Mereka mendiskusikan, bahwa "Allah telah mengambil titipannya. Zikri yang merupakan titipan Allah kepada "om Dede dan tante Yeni" telah diambil kembali oleh yang punya"
Allahu Akbar...
Terkadang memang, karena kurangnya pemahaman kita, kita menganggap bahwa yang ada didunia ini adalah punya kita.Padahal kita cuma punya hak pakai.Hak milik sebenarnya tidak pernah lepas dari Yang Maha Memiliki. Allah SWT. Tuhan Yang Maha Kuasa !
Jika tititpan-titipan yang dapat berupa ; nyawa kita, harta, anak, jabatan, dan lainnya, diambil kembali oleh yang punya, tentu tidak dapat ditolak !
Pertanyaannya, apakah saat titipan itu diambil kembali, kita telah siap?
Untuk kita semua, mari kita persiapkan diri dengan sebaik-baik bekal, yaitu taqwa kapada Allah SWT.
Seandainya "kematian" itu datang pada waktunya, entah beberapa tahun lagi, entah sebulan lagi, entah sehari lagi, entah beberapa menit lagi, kita menghadapNya dalam keadaan siap.
Siap dengan pahala dan amalan kebaikan yang LEBIH BANYAK dari catatan dosa kita !
Semoga Allah meridhoinya.
Aamiin..
Sempat dipasang berbagai peralatan untuk mensupport kehidupannya, Zikri, yang didiagnosa menderita penyakit meningitis , anak ketiga dari Dede dan Yeni, meninggalkan kami semua, setelah "berjuang" melawan penyakitnya. Karena kehendak Allah SWT, pihak keluarga tidak dapat menghentikan "maut" itu, sedetik jua. Bahkan saat beberapa hari yang lalu, kondisinya yang secara medis sudah tidak tertolong, juga tidak bisa "maut" itu juga dimajukan sedetik jua. Kematian datang pada TEPAT waktunya !
Usaha manusia adalah ikhtiar semaksimalnya. Hasil akhir Allah SWT yang menentukan. Duka dan kesedihan menyelimuti kami semua.Keikhlasan dan kesabaran, mudah-mudahan selalu menjadi "pakaian" Dede dan Yeni sebagai orangtua, dan kami seluruh keluarga besar.Aamiin.
Pembaca yang berbahagia...
Sharing atas berita sedih ini bukan untuk mendapatkan simpati dari pembaca. Juga bukan untuk menyebarkan kesedihan, bukan menyampaikan ketakutan/ancaman. Tetapi untuk mengingatkan kita semua akan kematian. Bukankah sebaik-baik pemberi peringatan itu adalah KEMATIAN ?
Nasehat kematian dalam filosofi Minangkabau adalah melalui sebuah pepatah singkat : mumbang jatuah, kalapo jatuah (calon buah kelapa jatu, kelapa juga jatuh) -- artinya kematian itu tidak mengenal strata usia. Ia bisa datang sewaktu-waktu !
Zikri yang masih bayi, tentu tidak memiliki catatan dosa. Insya Allah, tentu tempatnya di jannah (surga). Kita berharap semua tentunya, kita berkumpul di surgaNya Allah SWT nantinya. Aamiin..
Lesson yang menarik adalah, bagaimana kedua anak saya (Yazid dan Zahra), yang duduk di kelas V dan IV SD, saat dalam perjalanan pulang dari sekolah, membicarakan kepergian adik sepupunya. Mereka mendiskusikan, bahwa "Allah telah mengambil titipannya. Zikri yang merupakan titipan Allah kepada "om Dede dan tante Yeni" telah diambil kembali oleh yang punya"
Allahu Akbar...
Terkadang memang, karena kurangnya pemahaman kita, kita menganggap bahwa yang ada didunia ini adalah punya kita.Padahal kita cuma punya hak pakai.Hak milik sebenarnya tidak pernah lepas dari Yang Maha Memiliki. Allah SWT. Tuhan Yang Maha Kuasa !
Jika tititpan-titipan yang dapat berupa ; nyawa kita, harta, anak, jabatan, dan lainnya, diambil kembali oleh yang punya, tentu tidak dapat ditolak !
Pertanyaannya, apakah saat titipan itu diambil kembali, kita telah siap?
Untuk kita semua, mari kita persiapkan diri dengan sebaik-baik bekal, yaitu taqwa kapada Allah SWT.
Seandainya "kematian" itu datang pada waktunya, entah beberapa tahun lagi, entah sebulan lagi, entah sehari lagi, entah beberapa menit lagi, kita menghadapNya dalam keadaan siap.
Siap dengan pahala dan amalan kebaikan yang LEBIH BANYAK dari catatan dosa kita !
Semoga Allah meridhoinya.
Aamiin..
Rabu, 19 September 2012
Tugas Kelompok Kelas Anggaran Rabu , Jam 7-9
Untuk mahasiswa/i yang mengambil MK : Anggaran Peusahaan (jam ke 7-9 , hari Rabu).
Berhubung pada hari ini saya tidak bisa ke kampus, maka diharapkan para mahasiswa dapat mengerjakan beberapa hal berikut :
1. Mengumpulkan pilihan tugas akhir -- yang telah anda siapkan (1 lembar). PRIBADI
2. Melakukan TUGAS KELOMPOK, dengan ketentuan :
a. Silahkan masing-masing mencari teman sekelompok (maksimal 1 kelompok 5 orang) , dengan persyaratan ; daerah asal tidak boleh sama diantara anggota !
b. Setiap kelompok memberi nama kelompok dan alasan pengambilan nama tersebut.
c. Melakukan forecasting dengan metode moment dan least square (kedua metode dilakukan) - dengan data historis :
Tahun Penjualan/Sales (Y)-dalam uni
2007 10.200
2008 10.800
2009 12.000
2010 11.500
2011 11.000
tentukan Y' (forecast) untuk tahun 2013
d. Setelah memperoleh angka forecast untuk tahun 2013, buatlah Anggaran Penjualan (Sales Budget) dengan rincian penjualan pertriwulan (pertiga bulan) dari total setahun adalah
Triwulan I = 25% , Triwulan II = 20% , Triwulan III = 25% , Triwulan IV = 30%
Harga jual produk perunit = Rp. 10.000,- dan untuk triwulan II dan IV , naik Rp.1.000,-
Nama perusahaan dibuat pakai nama kelompok anda
Demikian disampaikan,
Agar Pilihan Tugas Pribadi dan pengerjaan kelompok DIKUMPUL HARI INI juga di Prodi D3 (Ibu Vivi). Dibuat di kertas selembar/double folio.
note :
semua anggota yang dibuat di kertas kerja adalah yang betul2 BEKERJA/hadir dan bekerja
saat minggu depan dilakukan pengecekan, tidak ada anggota kelompok yang tidak tahu hasil pekerjaan kelompoknya !
Demikian, terimakasih
Selamat Bekerja !
Berhubung pada hari ini saya tidak bisa ke kampus, maka diharapkan para mahasiswa dapat mengerjakan beberapa hal berikut :
1. Mengumpulkan pilihan tugas akhir -- yang telah anda siapkan (1 lembar). PRIBADI
2. Melakukan TUGAS KELOMPOK, dengan ketentuan :
a. Silahkan masing-masing mencari teman sekelompok (maksimal 1 kelompok 5 orang) , dengan persyaratan ; daerah asal tidak boleh sama diantara anggota !
b. Setiap kelompok memberi nama kelompok dan alasan pengambilan nama tersebut.
c. Melakukan forecasting dengan metode moment dan least square (kedua metode dilakukan) - dengan data historis :
Tahun Penjualan/Sales (Y)-dalam uni
2007 10.200
2008 10.800
2009 12.000
2010 11.500
2011 11.000
tentukan Y' (forecast) untuk tahun 2013
d. Setelah memperoleh angka forecast untuk tahun 2013, buatlah Anggaran Penjualan (Sales Budget) dengan rincian penjualan pertriwulan (pertiga bulan) dari total setahun adalah
Triwulan I = 25% , Triwulan II = 20% , Triwulan III = 25% , Triwulan IV = 30%
Harga jual produk perunit = Rp. 10.000,- dan untuk triwulan II dan IV , naik Rp.1.000,-
Nama perusahaan dibuat pakai nama kelompok anda
Demikian disampaikan,
Agar Pilihan Tugas Pribadi dan pengerjaan kelompok DIKUMPUL HARI INI juga di Prodi D3 (Ibu Vivi). Dibuat di kertas selembar/double folio.
note :
semua anggota yang dibuat di kertas kerja adalah yang betul2 BEKERJA/hadir dan bekerja
saat minggu depan dilakukan pengecekan, tidak ada anggota kelompok yang tidak tahu hasil pekerjaan kelompoknya !
Demikian, terimakasih
Selamat Bekerja !
Tugas Untuk Kelas Akuntansi Biaya
Kepada mahasiswa yang kuliah Akuntansi Biaya dengan dosen Hendri Andi Mesta (4267), jadwal pengganti : Rabu pukul 09.40-12.10
Berhubung istri saya sakit, maka pada hari ini Rabu, 19 Sptember 2012, perkuliahan ditiadakan dan DIMINTA kepada mahasiswa untuk mengerjakan soal sebagai berikut (dikerjakan pada buku tugas--dan dikumpul ke Prodi manajemen/Bpk.Hendra--hari ini juga, sesuai waktu akhir perkuliahan/paling telat !).
TUGAS BERSIFAT PRIBADI
1. Melakukan resume singkat mengenai pengertian biaya (cost) dan pengklasifikasian biaya (cost classification).
2. Menjawab pertanyaan berikut (dikutip dari testbank-Horngren):
Demikian tugas ini diberikan , untuk dilaksanakan sebaik-baiknya.
Berhubung istri saya sakit, maka pada hari ini Rabu, 19 Sptember 2012, perkuliahan ditiadakan dan DIMINTA kepada mahasiswa untuk mengerjakan soal sebagai berikut (dikerjakan pada buku tugas--dan dikumpul ke Prodi manajemen/Bpk.Hendra--hari ini juga, sesuai waktu akhir perkuliahan/paling telat !).
TUGAS BERSIFAT PRIBADI
1. Melakukan resume singkat mengenai pengertian biaya (cost) dan pengklasifikasian biaya (cost classification).
2. Menjawab pertanyaan berikut (dikutip dari testbank-Horngren):
Axle and Wheel Manufacturing currently
produces 1,000 axles per month. The following per unit data apply for sales to
regular customers:
Direct
materials $30
Direct
manufacturing labor 5
Variable
manufacturing overhead 10
Fixed
manufacturing overhead 40
Total manufacturing costs $85
a. The plant has capacity for 2,000 axles and
is considering expanding production to 1,500 axles. What is the total cost of
producing 1,500 axles?
b. What is the per unit cost when producing 1,500 axles?
3. Mencari sebuah perusahaan manufaktur yang ada di Indonesia. Sebutkan nama perusahaan tersebut dan industrinya ? Kemudian sebutkan biaya-biaya yang dimiliki oleh perusahaan tersebut (20 biaya). Kelompokkan biaya-biaya tersebut kedalam biaya langsung, biaya tidak langsung, dan lainnya.
4. Mengapa sebuah perusahaan perlu mengelola biaya-biaya ? Apa yang akan terja seandainya biaya biaya tersebut salah di kelola dan salah perhitungan/pencatatannya.
Demikian tugas ini diberikan , untuk dilaksanakan sebaik-baiknya.
Diharapkan selama pengerjaan , dapat menjaga ketenangan dan ketertiban !
Terimakasih. Selamat Bekerja !
Bendi
[untuk yang baru dilantik menjadi pengurus dan anggota sebuah organisasi]
Alat transportasi tradisional yang biasanya beroda dua, berupa kereta (carriage) yang ditarik oleh seekor kuda, merupakan moda transportasi yang sampai saat ini masih dijumpai. Telah ada sejak zaman pemerintahan Belanda, nama kendaraan seperti ini , dikenal secara umum dengan nama delman -- sehingga ada lagu naik delman istimewa ku duduk dimuka-- (diambil dari nama penemunya, yaitu Charles Theodore Deeleman.
Di beberapa daerah di Indonesia, seperti Jakarta, dikenal dengan nama sado (dari kata dos-à-dos (punggung pada punggung, arti harfiah bahasa Perancis, yaitu sejenis kereta yang posisi duduk penumpangnya saling memunggungi). Atau nama dokar , yang diyakini dari bahasa Inggris, dog car dimana ada yang mengartikan sebagai kendaraan yang ditarik oleh anjing (atau binatang). Di Yogyakarta, ada istilah andong , dan masih banyak lagi istilah lain untuk kendaraan seperti ini yang dikenal di negara Indonesia.Dimana perbedaannya biasanya terlihat pada jenis roda dan jumlah rodanya.
Untuk di daerah Sumatera Barat (dan juga beberapa daerah di Sulawesi), istilah bendi menjadi nama untuk kendaraan yang biasa digunakan untuk membawa penumpang ini. Meskipun semakin berkurang jumlahnya, karena makin menjamurnya ojek dan moda transportasi lain, namun bendi merupakan kendaraan yang mampu membawa nostalgia dan pengalaman yang mengesankan.
Postingan saya berikut, bukan membahas dari sisi transportasi atau sejarah, tetapi ke sebuah filosofi Minangkabau yang mungkin pernah pembaca baca atau ketahui, berkaitan dengan alat transportasi tersebut. Yaitu kalimat :
kusia buto (kusir buta)
kudo buto (kuda buta)
panumpang pun buto (penumpang juga buta)
Bendi yang biasa membawa penumpang dikemudikan oleh seorang kusir, yang apa jadinya jalan bendi tersebut, jika yang mengemudikan buta, sang kuda juga buta, para penumpang didalamnya juga buta.
kalau salah satunya tidak buta, mungkin masih ada harapan untuk selamat. Tetapi jika semuanya "buta" ?
Wallahu'alam bisshawab
Itulah sebuah gambaran berjalannya sebuah institusi tak tentu arah.
Mari kita bahas , sebagai bahan masukan dalam pengelolaan sebuah organisasi, yang diharapkan mampu bersaing di masa yang akan datang dan berkontribusi positif maksimal terhadap lingkungannya.
Bendi merupakan pemisalan organisasi tersebut.
Kusir merupakan pemimpin yang diamanahkan memimpin para anggota di organisasi tersebut.
Kuda merupakan "sistem" yang dimiliki oleh organisasi tersebut.
Penumpang merupakan orang-orang dalam organisasi tersebut.
Organisasi yang baik dan akan sukses adalah organisasi (lembaga/institusi) yang HARUS memiliki ketiga komponen tersebut dalam kondisi tidak buta.
Pemimpin paham dan memiliki visi yang jelas.
Sistem yang ada dalam organisasi itu tertata dengan baik, dan memiliki auto-immune yang mampu menangkal pengaruh negatif dari luar.
Anggota organisasi yang juga paham dan mendukung visi yang ingin dicapai dan mau berkontribusi .
>>Jika pemimpin oke, sistem oke, tetapi para anggota "buta". Tidak mau tahu, cuek, dan tidak berkontribusi, tentu organisasi akan lamban bergerak. Seorang pemimpin tidak mungkin bekerja sendiri, tanpa dukungan bawahannya.
>>Jika sistem oke, anggota organisasi juga "bersemangat". Tetapi dapat pemimpin yang "melempem". Organisasi juga tidak akan berjalan baik.Dengan "power" yang ia miliki, seorang pemimpin bisa jadi menyalahgunakan kekuasaannya dan membawa organisasi ke arah yang salah.
>>Pemimpin oke, anggota oke, tapi tidak didukung sistem, maka hasilnya juga tidak akan maksimal. Walaupun ada yang mentakan , yang penting "the man behind the gun"nya , tetapi dalam persaingan, sebuah sistem yang baik, mutlak diperlukan.
Sistem dalam hal ini bisa berupa aturan yang jelas, fasilitas teknologi informasi, dan lainnya.
Lalu bagaimana agar "bendi" ini dapat memiliki "kusir" yang oke, "kuda" yang oke, dan "penumpang" yang oke juga ??
Tentu ini bukan sesuatu yang semudah membalik telapak tangan. Banyak hal yang harus disiapkan, selain berbagai pra-kondisi yang harus terpenuhi. Tetapi dengan memahami bahwa gerak sebuah organisasi merupakan SINERGI antara ketiga faktor tersebut, maka Insya Allah organisasi akan sukses dan berhasil.
Semoga bermanfaat !
Alat transportasi tradisional yang biasanya beroda dua, berupa kereta (carriage) yang ditarik oleh seekor kuda, merupakan moda transportasi yang sampai saat ini masih dijumpai. Telah ada sejak zaman pemerintahan Belanda, nama kendaraan seperti ini , dikenal secara umum dengan nama delman -- sehingga ada lagu naik delman istimewa ku duduk dimuka-- (diambil dari nama penemunya, yaitu Charles Theodore Deeleman.
Di beberapa daerah di Indonesia, seperti Jakarta, dikenal dengan nama sado (dari kata dos-à-dos (punggung pada punggung, arti harfiah bahasa Perancis, yaitu sejenis kereta yang posisi duduk penumpangnya saling memunggungi). Atau nama dokar , yang diyakini dari bahasa Inggris, dog car dimana ada yang mengartikan sebagai kendaraan yang ditarik oleh anjing (atau binatang). Di Yogyakarta, ada istilah andong , dan masih banyak lagi istilah lain untuk kendaraan seperti ini yang dikenal di negara Indonesia.Dimana perbedaannya biasanya terlihat pada jenis roda dan jumlah rodanya.
Untuk di daerah Sumatera Barat (dan juga beberapa daerah di Sulawesi), istilah bendi menjadi nama untuk kendaraan yang biasa digunakan untuk membawa penumpang ini. Meskipun semakin berkurang jumlahnya, karena makin menjamurnya ojek dan moda transportasi lain, namun bendi merupakan kendaraan yang mampu membawa nostalgia dan pengalaman yang mengesankan.
Postingan saya berikut, bukan membahas dari sisi transportasi atau sejarah, tetapi ke sebuah filosofi Minangkabau yang mungkin pernah pembaca baca atau ketahui, berkaitan dengan alat transportasi tersebut. Yaitu kalimat :
kusia buto (kusir buta)
kudo buto (kuda buta)
panumpang pun buto (penumpang juga buta)
Bendi yang biasa membawa penumpang dikemudikan oleh seorang kusir, yang apa jadinya jalan bendi tersebut, jika yang mengemudikan buta, sang kuda juga buta, para penumpang didalamnya juga buta.
kalau salah satunya tidak buta, mungkin masih ada harapan untuk selamat. Tetapi jika semuanya "buta" ?
Wallahu'alam bisshawab
Itulah sebuah gambaran berjalannya sebuah institusi tak tentu arah.
Mari kita bahas , sebagai bahan masukan dalam pengelolaan sebuah organisasi, yang diharapkan mampu bersaing di masa yang akan datang dan berkontribusi positif maksimal terhadap lingkungannya.
Bendi merupakan pemisalan organisasi tersebut.
Kusir merupakan pemimpin yang diamanahkan memimpin para anggota di organisasi tersebut.
Kuda merupakan "sistem" yang dimiliki oleh organisasi tersebut.
Penumpang merupakan orang-orang dalam organisasi tersebut.
Organisasi yang baik dan akan sukses adalah organisasi (lembaga/institusi) yang HARUS memiliki ketiga komponen tersebut dalam kondisi tidak buta.
Pemimpin paham dan memiliki visi yang jelas.
Sistem yang ada dalam organisasi itu tertata dengan baik, dan memiliki auto-immune yang mampu menangkal pengaruh negatif dari luar.
Anggota organisasi yang juga paham dan mendukung visi yang ingin dicapai dan mau berkontribusi .
>>Jika pemimpin oke, sistem oke, tetapi para anggota "buta". Tidak mau tahu, cuek, dan tidak berkontribusi, tentu organisasi akan lamban bergerak. Seorang pemimpin tidak mungkin bekerja sendiri, tanpa dukungan bawahannya.
>>Jika sistem oke, anggota organisasi juga "bersemangat". Tetapi dapat pemimpin yang "melempem". Organisasi juga tidak akan berjalan baik.Dengan "power" yang ia miliki, seorang pemimpin bisa jadi menyalahgunakan kekuasaannya dan membawa organisasi ke arah yang salah.
>>Pemimpin oke, anggota oke, tapi tidak didukung sistem, maka hasilnya juga tidak akan maksimal. Walaupun ada yang mentakan , yang penting "the man behind the gun"nya , tetapi dalam persaingan, sebuah sistem yang baik, mutlak diperlukan.
Sistem dalam hal ini bisa berupa aturan yang jelas, fasilitas teknologi informasi, dan lainnya.
Lalu bagaimana agar "bendi" ini dapat memiliki "kusir" yang oke, "kuda" yang oke, dan "penumpang" yang oke juga ??
Tentu ini bukan sesuatu yang semudah membalik telapak tangan. Banyak hal yang harus disiapkan, selain berbagai pra-kondisi yang harus terpenuhi. Tetapi dengan memahami bahwa gerak sebuah organisasi merupakan SINERGI antara ketiga faktor tersebut, maka Insya Allah organisasi akan sukses dan berhasil.
Semoga bermanfaat !
Langganan:
Postingan (Atom)
