Kemaren ada yang mati. Bendera hitam di depan rumah yang saya lewati dan kumpulan orang-orang yang duduk di depan rumah tersebut menunjukkan ada yang telah meninggal dunia.
Sebelumnya, keluarga saya juga ada meninggal. Tidak diduga. Ketika dibawa ke rumah sakit, beliau mengatakan sakit pinggang, ketika meninggal kata dokter ternyata disebabkan karena adanya adanya bagian pencernaan bermasalah.Kami seakan tidak percaya. Tapi itulah ketentuanNya.
Innalillahi wainnailaihi raji'un.
Katanya setiap satu jam ada 600 orang penderita stroke yang meninggal di dunia, setiap satu jam ada 46 orang yang meninggal di Indonesia akibat rokok, setiap satu jam ada 2 orang ibu yang meninggal di Indonesia saat persalinan [silahkan di ketik "orang mati setiap jam" di Google].
Berbagai data statistik lain tentu akan bisa kita peroleh.
Mati karena penyakit, kecelakaan, atau penyebab lainnya merupakan "penyebab" menurut kita. Secara tegasnya kita kemudian mengatakan bahwa SURATANNYA telah datang. Tidak bisa ditunda sedikit pun , tidak bisa dimajukan sedikit pun. Entah dimana, entah kapan, entah saat bagaimana !
Just prepare your self !
Pembaca yang berbahagia..
Kematian adalah rahasia sang Ilahi. Kita tidak akan membicarakannya lebih jauh lagi.
Saya kali ini akan mencoba mengajak pembaca untuk "meninjau dari sudut pandang si-mayat"
Jasad dalam kafan. The body in shroud !
Apa yang kira-kira dipikirkannya ? Apa yang kira-kira ada dalam perasaannya?
Saat jasad sudah dimasukkan ke liang lahat dan para pelayat sudah meninggalkannya, dalam sebuah kitab dikatakan "ketika
mayat telah dikuburkan, lalu orang-orang yang mengantarkannya itu telah
kembali pulang, maka si roh yang akhirnya telah dipersatukan kembali
dengan jasadnya itu guna memenuhi peraturan Allah, untuk sesaat masih sempat mendengarkan
suara-suara sandal (langkah kaki) dari para pengantarnya"
Bagaimana jenazah dalam kafan bereaksi ?
Saat jenazah mengetahui bahwa ia memiliki KEBAIKAN yang banyak dan selama di dunia ia memenuhi kewajibannya sebagai hamba Allah, maka Insya Allah ia akan tenang dan siap menjawab pertanyaan malaikat Munkar dan Nankir.
Saat jenazah mengetahui bahwa ia di dunia HANYA melakukan kemaksiatan dan melalaikan perintah Allah, maka kemungkinan ia akan BERSEDIH dan MENYESAL serta memohon dikembalikan ke dunia untuk memperbaiki diri [tapi tentu hal ini sudah terlambat !]
Kita yang akan menjadi "sosok" dalam kain kafan itu HARUS BERTINDAK MENGAMBIL JALAN KESELAMATAN, agar siksa kubur dan azab akhirat bisa kita hindari ! Insya Allah...
Kamis, 08 November 2012
Rabu, 07 November 2012
Ada Pahlawan Pada Setiap Diri Kita
[menyambut hero's day 10.11.12]
Setiap tanggal 10 November, bagi kita di Indonesia, senantiasa diperingati sebagai Hari Pahlawan. Pertempuran arek-arek Suroboyo, dengan Bung Tomo yang senantiasa memekikkan Allahu Akbar sebagai pemimpinnya, menjadi simbol perjuangan bangsa Indonesia untuk tidak mau kembali dijajah. Alhamdulillah..saat ini kita telah "merdeka" dan dalam teks mukaddimah UUD 1945 , bangsa Indonesia dengan tegas menyatakan bahwa : ""........Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur......."
Serta tidak melupakan bahwa perjuangan tersebut tidak mungkin berhasil tanpa pertolongan Yang Maha Kuasa :... "Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya."
Peringatan hari pahlawan bagi sebagian orang mungkin hanya sekedar seremoni belaka. Tetapi bagi sebagian lain, tentu momen ini menjadi sarana untuk MEMPERKUAT rasa kebangsaan dan kemandirian sebagai bangsa Indonesia. Penghormatan dan penghargaan terhadap jasa para pahlawan yang telah gugur maupun yang masih ada PANTAS kita berikan.
Upaya untuk berkontribusi terhadap kesejahteraan dan kemakmuran negeri ini HARUS kita lakukan. Termasuk juga dengan tidak melupakan jasa para "pahlawan" yang ada di sekitar kita.
Orangtua, guru, para pemimpin, atau pun saudara kita yang lainnya, TANPA KITA SADARI atau KITA SADARI telah menjadi PAHLAWAN dalam kehidupan kita. Bagaimana orangtua membesarkan kita dengan penuh kasih sayang, para guru yang mendidik kita, maupun orang-orang sekitar kita yang membantu meringankan beban kita dan melancarkan urusan kita.
Mari kita hormati mereka dan melakukan kebaikan untuk mereka !
Para pembaca yang berbahagia..
Ternyata PAHLAWAN itu pun ada pada diri kita ! Yang mungkin selama ini kita tidak "ngeh" dengan keberadaannya. Ia bernama "KEBAIKAN dan HATI NURANI"
Kebaikan yang ada dalam diri kita TERUS MENERUS berjuang melawan upaya buruk dan kejahatan yang dihembuskan oleh nafsu jahat dan setan laknatullah , dan mendorong kita menempuh jalan ke surga!
Hati nurani kita senantiasa melawan godaan-godaan duniawi , dan tak bosan-bosannya mengingatkan kita !
Mereka selalu bertempur demi kita !
Betapa banyak para "pahlawan" itu yang kalah. Tetapi betapa banyak juga yang berhasil.
Mari kita hidupkan para PAHLAWAN dalam diri kita !
Happy Hero's Day !
Selamat berjuang !
Setiap tanggal 10 November, bagi kita di Indonesia, senantiasa diperingati sebagai Hari Pahlawan. Pertempuran arek-arek Suroboyo, dengan Bung Tomo yang senantiasa memekikkan Allahu Akbar sebagai pemimpinnya, menjadi simbol perjuangan bangsa Indonesia untuk tidak mau kembali dijajah. Alhamdulillah..saat ini kita telah "merdeka" dan dalam teks mukaddimah UUD 1945 , bangsa Indonesia dengan tegas menyatakan bahwa : ""........Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur......."
Serta tidak melupakan bahwa perjuangan tersebut tidak mungkin berhasil tanpa pertolongan Yang Maha Kuasa :... "Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya."
Peringatan hari pahlawan bagi sebagian orang mungkin hanya sekedar seremoni belaka. Tetapi bagi sebagian lain, tentu momen ini menjadi sarana untuk MEMPERKUAT rasa kebangsaan dan kemandirian sebagai bangsa Indonesia. Penghormatan dan penghargaan terhadap jasa para pahlawan yang telah gugur maupun yang masih ada PANTAS kita berikan.
Upaya untuk berkontribusi terhadap kesejahteraan dan kemakmuran negeri ini HARUS kita lakukan. Termasuk juga dengan tidak melupakan jasa para "pahlawan" yang ada di sekitar kita.
Orangtua, guru, para pemimpin, atau pun saudara kita yang lainnya, TANPA KITA SADARI atau KITA SADARI telah menjadi PAHLAWAN dalam kehidupan kita. Bagaimana orangtua membesarkan kita dengan penuh kasih sayang, para guru yang mendidik kita, maupun orang-orang sekitar kita yang membantu meringankan beban kita dan melancarkan urusan kita.
Mari kita hormati mereka dan melakukan kebaikan untuk mereka !
Para pembaca yang berbahagia..
Ternyata PAHLAWAN itu pun ada pada diri kita ! Yang mungkin selama ini kita tidak "ngeh" dengan keberadaannya. Ia bernama "KEBAIKAN dan HATI NURANI"
Kebaikan yang ada dalam diri kita TERUS MENERUS berjuang melawan upaya buruk dan kejahatan yang dihembuskan oleh nafsu jahat dan setan laknatullah , dan mendorong kita menempuh jalan ke surga!
Hati nurani kita senantiasa melawan godaan-godaan duniawi , dan tak bosan-bosannya mengingatkan kita !
Mereka selalu bertempur demi kita !
Betapa banyak para "pahlawan" itu yang kalah. Tetapi betapa banyak juga yang berhasil.
Mari kita hidupkan para PAHLAWAN dalam diri kita !
Happy Hero's Day !
Selamat berjuang !
Senin, 05 November 2012
The Most Authentic Leader (Part 2)
Mengupas sisi kehidupan, manusia termulia di muka bumi, Rasulullah SAW, tidak akan ada ujungnya. Dengan kata lain, beliau merupakan sosok yang dapat memberikan inspirasi bagi mereka yang ingin menjalani kehidupan ini dalam kebaikan.
Saya hanya ingin mengingatkan kita semua, bahwa membicarakan Muhammad SAW bukan hanya untuk kaum muslim, tapi juga untuk umat manusia lainnya, karena beliau adalah rahmatanlil'alamin (rahmat bagi semesta alam).
Sehingga jika kita membicarakan authentic leadership, maka rasanya tak terbantahkan kalau THE MOST AUTHENTIC LEADER adalah beliau. Alasannya bukan karena beliau sosok suci yang dekat dengan Tuhan sehingga terkesan ada unsur subjektif. Tetapi lebih kepada bukti dan alasan objektif yang saya yakin para pembaca dapat menelusuri dari berbagai sumber referensi.
Saya akan mencoba memberikan beberapa ulasan terkait hal diatas :
1. Kehidupan Muhammad SAW semenjak kecil penuh "values" yang memberikan efek luar biasa saat beliau diangkat menjadi Rasul. Beliau sedari kecil merupakan orang yang sangat jujur dan dapat dipercaya sehingga digelari "Al-Amin".
2. Rasulullah SAW memiliki pengalaman sebagai pengembala kambing dan pedagang yang berhasil. Transaksi bisnis dan berbagai perjalanan dagang ke daerah diluar jazirah Arab memberikan kematangan pada beliau berkaitan dengan masalah-masalah ekonomi.
3. Rasulullah SAW menjalani berbagai pertempuran dan peperangan sebagai panglima perang. Hal ini akan memberikan pemahaman komprehensif atas perjuangan mempertahankan kebenaran.
4. Perjuangan Rasulullah SAW sangat, namun disisi lain keramahtamahan dan cinta beliau kepada umatnya begitu luar biasa. Bahkan kepada kaum non muslim pun kasih sayang juga diberikan (bagaimana seorang Yahudi yang senantiasa meludahi beliau, tapi ketika sakit, beliau lah yang pertama menengok sehingga sang Yahudi masuk Islam).
5. Rasulullah SAW menjalani kehidupan normal; sebagaimana manusia biasa. Berkeluarga, kematian anak, kematian istri, dan orang-orang tercinta. Sehingga hal ini semakin mematangkan beliau dalam menjalani kehidupan.
6. Beliau adalah guru yang paling mengerti siapa "muridnya". Beliau memberikan nasehat yang "customized", sangat cocok untuk satu orang tapi mungkin tidak cocok untuk orang lain. Tapi hal itu bukan sebagai bentuk diskriminasi, tapi karena beliau sangat memahami kondisi audiennya.
Masih banyak lagi hal yang mungkin bisa kita teladani, yang kemudian membuat kita yakin bahwa memang sosok Muhammad SAW adalah pemimpin sejati. Pemimpin yang sifat dan tindakannya tidak ada yang mampu mengungguli. Bukan karena ia ingin dipuji (karena beliau menasehatkan untuk tidak mengkultuskan beliau!), tetapi karena cinta kepada umatnya.
Pembaca yang berbahagia..
Memang tidak bisa kita bandingkan sosok Dahlan Iskan, Jokowi, Irwan Prayitno dengan Muhammad SAW. Tetapi saya hanya ingin menggarisbawahi, bahwa jangan sampai kita silau dengan "sepak terjang seseorang" sehingga lupa siapa yang seharusnya menjadi teladan utama kita.
Wallahu'alambisshawab
Saya hanya ingin mengingatkan kita semua, bahwa membicarakan Muhammad SAW bukan hanya untuk kaum muslim, tapi juga untuk umat manusia lainnya, karena beliau adalah rahmatanlil'alamin (rahmat bagi semesta alam).
Sehingga jika kita membicarakan authentic leadership, maka rasanya tak terbantahkan kalau THE MOST AUTHENTIC LEADER adalah beliau. Alasannya bukan karena beliau sosok suci yang dekat dengan Tuhan sehingga terkesan ada unsur subjektif. Tetapi lebih kepada bukti dan alasan objektif yang saya yakin para pembaca dapat menelusuri dari berbagai sumber referensi.
Saya akan mencoba memberikan beberapa ulasan terkait hal diatas :
1. Kehidupan Muhammad SAW semenjak kecil penuh "values" yang memberikan efek luar biasa saat beliau diangkat menjadi Rasul. Beliau sedari kecil merupakan orang yang sangat jujur dan dapat dipercaya sehingga digelari "Al-Amin".
2. Rasulullah SAW memiliki pengalaman sebagai pengembala kambing dan pedagang yang berhasil. Transaksi bisnis dan berbagai perjalanan dagang ke daerah diluar jazirah Arab memberikan kematangan pada beliau berkaitan dengan masalah-masalah ekonomi.
3. Rasulullah SAW menjalani berbagai pertempuran dan peperangan sebagai panglima perang. Hal ini akan memberikan pemahaman komprehensif atas perjuangan mempertahankan kebenaran.
4. Perjuangan Rasulullah SAW sangat, namun disisi lain keramahtamahan dan cinta beliau kepada umatnya begitu luar biasa. Bahkan kepada kaum non muslim pun kasih sayang juga diberikan (bagaimana seorang Yahudi yang senantiasa meludahi beliau, tapi ketika sakit, beliau lah yang pertama menengok sehingga sang Yahudi masuk Islam).
5. Rasulullah SAW menjalani kehidupan normal; sebagaimana manusia biasa. Berkeluarga, kematian anak, kematian istri, dan orang-orang tercinta. Sehingga hal ini semakin mematangkan beliau dalam menjalani kehidupan.
6. Beliau adalah guru yang paling mengerti siapa "muridnya". Beliau memberikan nasehat yang "customized", sangat cocok untuk satu orang tapi mungkin tidak cocok untuk orang lain. Tapi hal itu bukan sebagai bentuk diskriminasi, tapi karena beliau sangat memahami kondisi audiennya.
Masih banyak lagi hal yang mungkin bisa kita teladani, yang kemudian membuat kita yakin bahwa memang sosok Muhammad SAW adalah pemimpin sejati. Pemimpin yang sifat dan tindakannya tidak ada yang mampu mengungguli. Bukan karena ia ingin dipuji (karena beliau menasehatkan untuk tidak mengkultuskan beliau!), tetapi karena cinta kepada umatnya.
Pembaca yang berbahagia..
Memang tidak bisa kita bandingkan sosok Dahlan Iskan, Jokowi, Irwan Prayitno dengan Muhammad SAW. Tetapi saya hanya ingin menggarisbawahi, bahwa jangan sampai kita silau dengan "sepak terjang seseorang" sehingga lupa siapa yang seharusnya menjadi teladan utama kita.
Wallahu'alambisshawab
Minggu, 04 November 2012
Bahan Baru Pada Download Link
Terdapat 2 (dua) file pada bagian DOWNLOAD LINK yang dapat pembaca download.
Bahan-bahan tersebut merupakan materi yang saya sampaikan pada pelatihan KOPMA UNP dan BEM FMIPA
Mudah-mudahan bermanfaat.
Salam,
Bahan-bahan tersebut merupakan materi yang saya sampaikan pada pelatihan KOPMA UNP dan BEM FMIPA
Mudah-mudahan bermanfaat.
Salam,
The Most Authentic Leader (Part 1)
Fenomena Dahlan Iskan "mengguncang" republik ini. Dengan gaya yang cendrung tidak mau diatur (baca : tanpa protokoler), maka mantan pimpinan Jawa Pos Grup ini telah memberikan PENYEGARAN sekaligus PENCERAHAN terhadap "bagaimana sebaiknya seorang pimpinan bertindak".
Disaat yang tidak berbeda jauh, muncul sosok Jokowi yang saat masih menjabat Walikota Solo telah mengundang rasa penasaran masyarakat dengan gayanya yang merakyat dan proyek mobil nasional Esemka-nya. Sehingga saat Jokowi diboyong untuk maju sebagai calon gubernur DKI dan kemudian MENANG , maka harapan untuk melihat pemimpin yang mampu membawa perubahan bagi Jakarta pun semakin membumbung.
Paling tidak, sampai saat ini, hampir sebulan menjabat, Jokowi mampu "menyihir" kita semua dengan "gebrakan-gebrakannya".
Dalam dunia Manajemen Sumber Daya Manusia, kepemimpinan Dahlan Iskan maupun Jokowi dikenal dengan authentic leadership, kepemimpinan yang genuine, original, atau dengan kata lain HANYA milik yang bersangkutan. Tidak ada dalam text-book dan murni merupakan perwujudan dari "bagaimana pengalaman hidup sang pemimpin".
Sebuah bentuk kepemimpinan yang kaya makna dan nilai luhur, yang Insya Allah mampu mendekatkan sang pemimpin dengan yang dipimpinnya, mampu menggerakkan, dan mampu membawa perubahan yang lebih baik.
Pembaca yang berbahagia..
Jika kita mau lebih meluaskan pandangan , membuka mata dan pendengaran, sebenarnya banyak pemimpin yang masuk dalam kategori authentic leader. Untuk menyebutkan nama selain 2 (dua) tokoh diatas adalah gubernur yang terdekat dengan kita--saya dan pembaca yang domisili di Minangkabau/Sumatera Barat , Bapak Irwan Prayitno. Sikap "humble" dan juga tidak terlalu mementingkan protokoler, membuat sosok Gubernur ini mampu memberikan efek yang luar biasa bagi yang mengetahuinya. Bagaimana beliau turun langsung pertama kali saat terjadinya bencana Tsunami di Mentawai beberapa tahun yang lalu, tentang kedekatan dengan orang-orang kecil, dan saat diundang di acara kampus, beliau TIBA-TIBA sudah muncul saja tanpa harus ada penyambutan dan lain sebagainya, Mungkin karena tidak begitu terpublikasikan, maka hanya sedikit yang mengetahuinya.
Poin yang ingin saya sampaikan adalah, ternyata kita KAYA dengan orang-orang hebat yang sekali lagi, dengan dukungan kita semua dan tentu tak lepas dari perkenanNya jua, maka perubahan yang lebih baik, kesejahteraan dan kedamaian di negara Indonesia, Insya Allah akan terwujud.
Berbicara tentang authentic leader, maka THE MOST AUTHENTIC LEADER adalah Rasulullah, Muhammad SAW.
Tentang hal ini akan dilanjutkan pada bagian kedua dari postingan ini.
Salam,
Disaat yang tidak berbeda jauh, muncul sosok Jokowi yang saat masih menjabat Walikota Solo telah mengundang rasa penasaran masyarakat dengan gayanya yang merakyat dan proyek mobil nasional Esemka-nya. Sehingga saat Jokowi diboyong untuk maju sebagai calon gubernur DKI dan kemudian MENANG , maka harapan untuk melihat pemimpin yang mampu membawa perubahan bagi Jakarta pun semakin membumbung.
Paling tidak, sampai saat ini, hampir sebulan menjabat, Jokowi mampu "menyihir" kita semua dengan "gebrakan-gebrakannya".
Dalam dunia Manajemen Sumber Daya Manusia, kepemimpinan Dahlan Iskan maupun Jokowi dikenal dengan authentic leadership, kepemimpinan yang genuine, original, atau dengan kata lain HANYA milik yang bersangkutan. Tidak ada dalam text-book dan murni merupakan perwujudan dari "bagaimana pengalaman hidup sang pemimpin".
Sebuah bentuk kepemimpinan yang kaya makna dan nilai luhur, yang Insya Allah mampu mendekatkan sang pemimpin dengan yang dipimpinnya, mampu menggerakkan, dan mampu membawa perubahan yang lebih baik.
Pembaca yang berbahagia..
Jika kita mau lebih meluaskan pandangan , membuka mata dan pendengaran, sebenarnya banyak pemimpin yang masuk dalam kategori authentic leader. Untuk menyebutkan nama selain 2 (dua) tokoh diatas adalah gubernur yang terdekat dengan kita--saya dan pembaca yang domisili di Minangkabau/Sumatera Barat , Bapak Irwan Prayitno. Sikap "humble" dan juga tidak terlalu mementingkan protokoler, membuat sosok Gubernur ini mampu memberikan efek yang luar biasa bagi yang mengetahuinya. Bagaimana beliau turun langsung pertama kali saat terjadinya bencana Tsunami di Mentawai beberapa tahun yang lalu, tentang kedekatan dengan orang-orang kecil, dan saat diundang di acara kampus, beliau TIBA-TIBA sudah muncul saja tanpa harus ada penyambutan dan lain sebagainya, Mungkin karena tidak begitu terpublikasikan, maka hanya sedikit yang mengetahuinya.
Poin yang ingin saya sampaikan adalah, ternyata kita KAYA dengan orang-orang hebat yang sekali lagi, dengan dukungan kita semua dan tentu tak lepas dari perkenanNya jua, maka perubahan yang lebih baik, kesejahteraan dan kedamaian di negara Indonesia, Insya Allah akan terwujud.
Berbicara tentang authentic leader, maka THE MOST AUTHENTIC LEADER adalah Rasulullah, Muhammad SAW.
Tentang hal ini akan dilanjutkan pada bagian kedua dari postingan ini.
Salam,
Sabtu, 03 November 2012
Bad Sector
Computer-users tentu mengetahui istilah bad sector. Biasanya istilah ini muncul di layar saat melakukan proses defrag -- penyusunan files yang ada dalam hard disk komputer. "Bad sector" berarti ada bagian yang rusak sehingga menganggu proses bekerjanya komputer.
Istilah yang jarang-jarang kita pakai ini, saat acara Seminar Nasional Manajemen Bisnis di Indonesia (SNMBI) Program Studi Manajemen FE UNP, kembali diperdengarkan oleh Bapak T.Hani Handoko. Walau hanya sekali dan dalam guyonan, istilah ini menurut saya perlu kita maknai lebih dalam dalam konteks pendidikan (sebagaimana "ngenyeknya T. Hani Handoko atas dosen/pengajar yang "blank" saat di depan kelas)
Pembaca yang berbahagia..
Berdiri di depan kelas menyampaikan sebuah materi terutama oleh guru/dosen/pemateri merupakan "rutinitas" yang mesti dilakukan. Tetapi bukan hanya oleh guru/dosen/pemateri, menyampaikan sebuah "pesan/informasi/materi" di depan banyak orang, juga bisa terjadi terhadap mahasiswa/pelajar (bahkan jika ada yang selama belajar TIDAK PERNAH mencoba di depan kelas, dipertanyakan "proses" yang dijalaninya).
"Blank" atau dalam istilah T.Hani Handoko, bad sector, merupakan perwujudan bahwa MANUSIA MERUPAKAN MAKHLUK LEMAH yang suatu saat bisa menjadi tidak tahu apa-apa. Tentunya ini bukan merupakan pembenaran atas kejadian bad sector yang terjadi, karena kita bisa melakukan beberapa cara agar bad sector tidak dialami. Diantaranya adalah :
1. Mempersiapkan diri secara maksimal atas materi yang ingin disampaikan.
2. Membaca kembali semua materi sebelum disampaikan.
3. Berdo'a terlebih dahulu. Bagi umat Muslim dapat mencontoh do'a Nabi Musa yang ada dalam Al-Qur'an
قَالَ رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي
“Musa berkata, ‘Robbis rohlii shodrii, wa yassirlii amrii, wahlul 'uqdatam mil lisaani yafqohu qoulii’
[Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku” (QS. Thoha: 25-28)
3. Memiliki catatan kecil (yang dapat berupa kartu) untuk berbagai istilah/hal yang mungkin akan ditanyakan oleh audiens atau perlu kita "lihat sekilas" untuk meyakinkan penjelasan yang kita sampaikan.
4. Jika kondisi bad sector terjadi, maka usahakan diri tidak panik, karena kepanikan hanya menambah "hilangnya" bahan yang akan disampaikan. Tenang dan berikan senyum, lalu mencoba untuk melempar ke audiens dengan bertanya "anda tahu yang akan saya sampaikan berikutnya ?...." atau kalimat lain.
5. Jika memang tidak bisa lagi diperbaiki, dan respon audiens juga tidak bisa diharapkan, kejujuran untuk ketidaktahuan anda merupakan langkah yang HARUS disampaikan. "Mohon ma'af saya belum/bisa memberikan jawaban untuk saat ini, tetapi saya janji...(dan seterusnya).>> kemudian mencatat apa yang erhutang tersebut
6. Menepati janji untuk menyampaikan "hutang" yang ada.[pada pertemuan berikutnya]
Mudah-mudahan kondisi bad sector tidak kita alami.
Insya Allah...
Istilah yang jarang-jarang kita pakai ini, saat acara Seminar Nasional Manajemen Bisnis di Indonesia (SNMBI) Program Studi Manajemen FE UNP, kembali diperdengarkan oleh Bapak T.Hani Handoko. Walau hanya sekali dan dalam guyonan, istilah ini menurut saya perlu kita maknai lebih dalam dalam konteks pendidikan (sebagaimana "ngenyeknya T. Hani Handoko atas dosen/pengajar yang "blank" saat di depan kelas)
Pembaca yang berbahagia..
Berdiri di depan kelas menyampaikan sebuah materi terutama oleh guru/dosen/pemateri merupakan "rutinitas" yang mesti dilakukan. Tetapi bukan hanya oleh guru/dosen/pemateri, menyampaikan sebuah "pesan/informasi/materi" di depan banyak orang, juga bisa terjadi terhadap mahasiswa/pelajar (bahkan jika ada yang selama belajar TIDAK PERNAH mencoba di depan kelas, dipertanyakan "proses" yang dijalaninya).
"Blank" atau dalam istilah T.Hani Handoko, bad sector, merupakan perwujudan bahwa MANUSIA MERUPAKAN MAKHLUK LEMAH yang suatu saat bisa menjadi tidak tahu apa-apa. Tentunya ini bukan merupakan pembenaran atas kejadian bad sector yang terjadi, karena kita bisa melakukan beberapa cara agar bad sector tidak dialami. Diantaranya adalah :
1. Mempersiapkan diri secara maksimal atas materi yang ingin disampaikan.
2. Membaca kembali semua materi sebelum disampaikan.
3. Berdo'a terlebih dahulu. Bagi umat Muslim dapat mencontoh do'a Nabi Musa yang ada dalam Al-Qur'an
قَالَ رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي
“Musa berkata, ‘Robbis rohlii shodrii, wa yassirlii amrii, wahlul 'uqdatam mil lisaani yafqohu qoulii’
[Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku” (QS. Thoha: 25-28)
3. Memiliki catatan kecil (yang dapat berupa kartu) untuk berbagai istilah/hal yang mungkin akan ditanyakan oleh audiens atau perlu kita "lihat sekilas" untuk meyakinkan penjelasan yang kita sampaikan.
4. Jika kondisi bad sector terjadi, maka usahakan diri tidak panik, karena kepanikan hanya menambah "hilangnya" bahan yang akan disampaikan. Tenang dan berikan senyum, lalu mencoba untuk melempar ke audiens dengan bertanya "anda tahu yang akan saya sampaikan berikutnya ?...." atau kalimat lain.
5. Jika memang tidak bisa lagi diperbaiki, dan respon audiens juga tidak bisa diharapkan, kejujuran untuk ketidaktahuan anda merupakan langkah yang HARUS disampaikan. "Mohon ma'af saya belum/bisa memberikan jawaban untuk saat ini, tetapi saya janji...(dan seterusnya).>> kemudian mencatat apa yang erhutang tersebut
6. Menepati janji untuk menyampaikan "hutang" yang ada.[pada pertemuan berikutnya]
Mudah-mudahan kondisi bad sector tidak kita alami.
Insya Allah...
Jumat, 02 November 2012
SNMBI Prodi Manajemen FE UNP 2012
The Passion Within
"Hilangnya" saya beberapa hari , karena masuk "pusaran" persiapan Seminar Nasional Manajemen Bisnis di Indonesia yang di gagas oleh Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Padang. Tema "New Challenges on Business Management in Indonesia" betul-betul menjadi tantangan bagi kami, para panitia, untuk menyelenggarakan acara yang bermanfaat dan memuaskan para peserta. Alhamdulillah, acara yang digelar kemaren (1/11/12) berjalan dengan SUKSES . Meskipun ada kekurangan di beberapa bagian, secara keseluruhan, kami berharap acara itu berjalan baik dan para peserta dapat memaklumi dan memberi ma'af atas kekurangan yang terjadi.
Gairah untuk mengangkatkan Seminar Nasional sekaligus Call for Papers yang "tidak hanya sekedar Seminar dan Call for Papers" sudah kami mulai dengan menargetkan Bapak Dahlan Iskan (disingkat DI, Menteri BUMN) sebagai keynote speaker pada awalnya. Komunikasi dan koordinasi yang intens dengan "orang-orangnya" DI sampai beberapa hari sebelum tanggal pelaksanaan TIDAK MENGINDIKASIKAN adanya perubahan. Bahkan kami dari panitia juga telah menyiapkan acara pertemuan DI dengan ribuan mahasiswa UNP dan menyiapkan acara Economic Expo (bazar Kewirausahaan) , tentunya bekerjasama bagian kemahasiswaan Fakultas dan Universitas.
Tetapi Allah berkehendak lain, karena ada hal yang menyebabkan DI tidak bisa ke Padang, maka Menteri BUMN RI tersebut batal ke SNMBI. Bahkan dengan pertimbangan "logis" yang disampaikan juga oleh Kementrian BUMN , maka DI tidak mendisposisikannya ke bawahan beliau.
Mudah-mudahan niat untuk mendatangkan Menteri sebagai keynote speaker di SNMBI Prodi Manajemen FE UNP dapat terwujud di lain waktu. Insya Allah..
Passion untuk tidak mengecewakan para undangan dan calon peserta yang telah diinformasikan melalui leaflet, email, dan sarana komunikasi lainnya, TETAP kami pertahankan dengan kemudian mensetting SNMBI ini dengan format yang kemudian tersaji pada hari pelaksanaan kemaren. Sekali lagi, segala puji bagi Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, SNMBI berjalan baik. Terimakasih kepada sponsor utama kami, PT. Pegadaian (Persero), pendukung lainnya (PT. SP, BSM, Bank Nagari, Classy FM), pihak Gubernuran, pihak Walikota Padang, para undangan, peserta, dan semua pihak yang telah membantu terlaksananya SNMBI ini. Kepada rekan-rekan panitia (dari dosen, staf fakultas, dan mahasiswa) kita memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya.
Secara kronologis, SNMBI ini diawali MC, tilawah AL Qur'an, laporan ketua panitia pelaksana, sambutan Dekan FE UNP , sambutan dan sekaligus pembukaan secara resmi oleh Gubernur Sumbar (dalam hal ini diwakili oleh Staf Ahli beliau), dan pembacaan do'a yang benar-benar membawa suasana khidmat. Semoga SNMBI ini diberkahiNya dan mampu berkontribusi positif bagi keilmuan dan negara RI.
Keynote Speech oleh Direktur Pegadaian (Persero) dilanjutkan sesi panel dengan 2 (dua) pembicara , kemudian setelah break siang, maka acara dilanjutkan dengan sesi paralel (4 kelompok , yaitu UMKM, Keuangan, Pemasaran, dan SDM), dan kemudian penutupan (dimana ada doorprize yang di bagikan ke peserta yang beruntung)
Gairah (passion) ternyata juga menjadi MENU utama dari bapak T. Hani Handoko (praktisi bisnis dan dosen senior FEB UGM) yang kemudian lebih senang disebut seorang DOSEN sebagai panelis. Dengan kepiawaian beliau , maka mampu "menyihir" pada peserta untuk mengambil poin-poin penting dengan selingan humor yang cerdas. Prof Yasri pun memberikan penguatan melalui pemaparan yang beliau sampaikan.
Rasanya saya ingin bercerita lebih banyak lagi tentang SNMBI Prodi Manajemen FE UNP tersebut. Tetapi mungkin beberapa paragraf diatas telah cukup memberikan gambaran betapa PASSION hadir di acara yang dicanangkan menjadi agenda rutin Prodi Manajemen FE UNP. Mulai dari persiapan, pelaksanaan, dan sampai pasca pelaksanaannya.
See You In Next SNMBI !
"Hilangnya" saya beberapa hari , karena masuk "pusaran" persiapan Seminar Nasional Manajemen Bisnis di Indonesia yang di gagas oleh Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Padang. Tema "New Challenges on Business Management in Indonesia" betul-betul menjadi tantangan bagi kami, para panitia, untuk menyelenggarakan acara yang bermanfaat dan memuaskan para peserta. Alhamdulillah, acara yang digelar kemaren (1/11/12) berjalan dengan SUKSES . Meskipun ada kekurangan di beberapa bagian, secara keseluruhan, kami berharap acara itu berjalan baik dan para peserta dapat memaklumi dan memberi ma'af atas kekurangan yang terjadi.
Gairah untuk mengangkatkan Seminar Nasional sekaligus Call for Papers yang "tidak hanya sekedar Seminar dan Call for Papers" sudah kami mulai dengan menargetkan Bapak Dahlan Iskan (disingkat DI, Menteri BUMN) sebagai keynote speaker pada awalnya. Komunikasi dan koordinasi yang intens dengan "orang-orangnya" DI sampai beberapa hari sebelum tanggal pelaksanaan TIDAK MENGINDIKASIKAN adanya perubahan. Bahkan kami dari panitia juga telah menyiapkan acara pertemuan DI dengan ribuan mahasiswa UNP dan menyiapkan acara Economic Expo (bazar Kewirausahaan) , tentunya bekerjasama bagian kemahasiswaan Fakultas dan Universitas.
Tetapi Allah berkehendak lain, karena ada hal yang menyebabkan DI tidak bisa ke Padang, maka Menteri BUMN RI tersebut batal ke SNMBI. Bahkan dengan pertimbangan "logis" yang disampaikan juga oleh Kementrian BUMN , maka DI tidak mendisposisikannya ke bawahan beliau.
Mudah-mudahan niat untuk mendatangkan Menteri sebagai keynote speaker di SNMBI Prodi Manajemen FE UNP dapat terwujud di lain waktu. Insya Allah..
Passion untuk tidak mengecewakan para undangan dan calon peserta yang telah diinformasikan melalui leaflet, email, dan sarana komunikasi lainnya, TETAP kami pertahankan dengan kemudian mensetting SNMBI ini dengan format yang kemudian tersaji pada hari pelaksanaan kemaren. Sekali lagi, segala puji bagi Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, SNMBI berjalan baik. Terimakasih kepada sponsor utama kami, PT. Pegadaian (Persero), pendukung lainnya (PT. SP, BSM, Bank Nagari, Classy FM), pihak Gubernuran, pihak Walikota Padang, para undangan, peserta, dan semua pihak yang telah membantu terlaksananya SNMBI ini. Kepada rekan-rekan panitia (dari dosen, staf fakultas, dan mahasiswa) kita memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya.
Secara kronologis, SNMBI ini diawali MC, tilawah AL Qur'an, laporan ketua panitia pelaksana, sambutan Dekan FE UNP , sambutan dan sekaligus pembukaan secara resmi oleh Gubernur Sumbar (dalam hal ini diwakili oleh Staf Ahli beliau), dan pembacaan do'a yang benar-benar membawa suasana khidmat. Semoga SNMBI ini diberkahiNya dan mampu berkontribusi positif bagi keilmuan dan negara RI.
Keynote Speech oleh Direktur Pegadaian (Persero) dilanjutkan sesi panel dengan 2 (dua) pembicara , kemudian setelah break siang, maka acara dilanjutkan dengan sesi paralel (4 kelompok , yaitu UMKM, Keuangan, Pemasaran, dan SDM), dan kemudian penutupan (dimana ada doorprize yang di bagikan ke peserta yang beruntung)
Gairah (passion) ternyata juga menjadi MENU utama dari bapak T. Hani Handoko (praktisi bisnis dan dosen senior FEB UGM) yang kemudian lebih senang disebut seorang DOSEN sebagai panelis. Dengan kepiawaian beliau , maka mampu "menyihir" pada peserta untuk mengambil poin-poin penting dengan selingan humor yang cerdas. Prof Yasri pun memberikan penguatan melalui pemaparan yang beliau sampaikan.
Rasanya saya ingin bercerita lebih banyak lagi tentang SNMBI Prodi Manajemen FE UNP tersebut. Tetapi mungkin beberapa paragraf diatas telah cukup memberikan gambaran betapa PASSION hadir di acara yang dicanangkan menjadi agenda rutin Prodi Manajemen FE UNP. Mulai dari persiapan, pelaksanaan, dan sampai pasca pelaksanaannya.
See You In Next SNMBI !
Langganan:
Komentar (Atom)