Berakhirnya bulan Dzulhijjah 1433 H yang ditandai dengan terbenamnya matahari, membawa kita ke tahun baru 1434 H. Bertambahnya tahun semakin memperpendek "jatah" hidup kita (meskipun bilangan umur kita bertambah). Entah kapan kita kehidupan kita berakhir, hanya Allah SWT yang mengetahui, tetapi ibarat jam pasir, maka pasir yang di bagian atas (sebagai analogi umur kita) semakin berkurang karena terus turun --sesuai berjalannya waktu.
Kita menyambut tahun baru ini TETAP dengan optimisme dan penuh pengharapan, bahwa kehidupan esok, Insya Allah akan lebih baik daripada sebelumnya (tahun lalu). Karena orang yang dikatakan beruntung adalah ketika hari ini lebih baik dari hari kemaren dan hari esok lebih baik dari hari ini.
Banyak hal yang mengisi RESOLUSI kita untuk tahun baru ini. Berbagai rencana mungkin telah menjadi agenda yang akan dilakukan. Tekad kuat, niat ikhlas, kerja keras, menjaga silaturrahim dan senantiasa memohon pertolonganNya , Insya Allah menjadi kunci keberhasilan.
Saya mengucapkan :
Selamat Tahun Baru Islam 1434 Hijriah
Petikan do'a dari www.pekdismelaka.net dibawah ini mudah-mudahan dapat kita amalkan.
Rabu, 14 November 2012
Variable Budget (Part 1)
Anggaran operasional (operating budget) yang disusun perusahaan (contohnya ; anggaran penjualan atau anggaran produksi) berdasarkan satu titik output/tingkat keluaran. Artinya, ketika forecasting yang dilakukan menghasilkan satu "angka penjualan" (sales level), maka anggaran-anggaran yang disusun merujuk kepada tingkat output (sales level) tersebut. Sehingga budget-budget yang disusun berdasarkan satu tingkat output tertentu (yang fix/tidak berubah) dikelompokkan kedalam FIXED BUDGET atau STATIC BUDGET.
Perusahaan pun menyadari, uncertainty (ketidakpastian) pada masa yang akan datang dapat memberikan kemungkinan tercapainya (100%) angka sales level yang telah di setting sedemikian rupa, termasuk "menurunkannya" ke dalam berbagai budget operasional.
Demi mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan tersebut, maka disusun jugalah budget variabel atau flexible budget oleh team penyusun budget. Hal ini dengan tujuan, ketika dalam perjalanan waktu (periode budget) ada kemungkinan nilai capaian tidak FULL 100% (bisa lebih atau kurang) , maka perusahaan telah memiliki rencana keuangan yang SIAP digunakan untuk capaian tertentu (baca : relevant range).
Penggunaan budget variabel terutama ditujukan untuk biaya-biaya tidak langsung yang dimiliki perusahaan,
Sebagai catatan , variabel budget bukanlah budget yang berisikan biaya-biaya yang bersifat variabel !
Relevant range atau rentang yang relevan merupakan kisaran tingkat output (dari nilai tertentu sampai nilai tertentu) yang masih dapat menggunakan variable budget. Artinya, budget variabel walaupun memiliki ke fleksibelan, tapi juga ada batasannya.
Ilustrasinya seperti berikut ini :
Anda mungkin pernah memesan delivery order salah satu franchise makanan (misalnya ayam goreng). Saat pesan, anda akan diberitahu bahwa minimum order (minimal pesanan sejumlah nilai tertentu / Rp) harus terpenuhi (Rp.50.000,- misalnya). Hal ini secara implisit menginformasikan pada kita bahwa "biaya yang akan mereka keluarkan, akan tertutupi jika ada pesanan minimal sekian, misalnya untuk BBM motor (karena biasanya mereka antar memakai sepeda motor), perawatan peralatan, atau gaji tukan antar).
Titik Rp.50.000,- (atau setara sekian unit produk merupakan titik minimum).
Kemudian pada kasus perusahaan yang sama, anda akan memesan ayam goreng dan teman-temannya itu untuk satu kelas (misal 50 orang) , maka saya bisa mengatakan bahwa anda akan dikenakan charge tambahan !
Lho, kok ?! Karena menurut anda aneh, pesan Rp.50.000,- saja free of charge, kok pesan lebih banyak bisa tambah bayar ?
Sebenarnya hal ini disebabkan karena delivey-nya franchise tadi HANYA mampu membawa maximum sebanyak yang muat di box sepeda motornya saja. Tetapi ketika pesanan tersebut harus dibawa dengan mobil box, maka perusahaan tidak "memasukkan" bagian itu dalam budgetnya. Karena biaya mobil, sopir, maupun lainnya tentu beda dengan sepeda motor.
Makximum yang muat dalam box-nya itulah yang dikatakan sebagai titik maksimum.
Jadi budget yang fleksibel tersebut bermain pada satu kisaran, entah dari titik A sampai B, atau nilai 1000 - 2000, atau lainnya. Yang jelas, budget tersebut ada batasannya, tidak bisa unlimited !
Mengenai nanti, dalam prakteknya perusahaan tidak memberikan tambahan ongkos ke pelanggannya itu lain soal, karena hal tersebut lebih ke strategi pemasarannya.
Lalu bagaimana tahapan penyusunan variable budget ?
Tidak berbeda dengan tahapan penyusunan budget lainnya, dimana data/informasi merupakan bagian yang perlu di penuhi. Terutama berkaitan dengan activity base/ cost-driver dari biaya-biaya tidak langsung.
Tahapan tersebut :
1. Mengidentifikasi keseluruhan biaya yang dimiliki , terutama biaya yang tidak langsung
2. Biaya yang tidak langsung, yang memiliki sifat semi variabel harus dipisahkan untuk memperoleh unsur biaya variabelnya dan unsur tetapnya.(dengan metode yang akan dijelaskan nanti)iabel berbentuk kolom
Hal ini karena budget variabel tidak mengenal yang namanya biaya semi-variabel.
3. Menyusun budget variabel berbentuk tabel
4. Menyusun budget variabel berbentuk kolom
...akan dilanjutkan ke bagian 2.
Perusahaan pun menyadari, uncertainty (ketidakpastian) pada masa yang akan datang dapat memberikan kemungkinan tercapainya (100%) angka sales level yang telah di setting sedemikian rupa, termasuk "menurunkannya" ke dalam berbagai budget operasional.
Demi mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan tersebut, maka disusun jugalah budget variabel atau flexible budget oleh team penyusun budget. Hal ini dengan tujuan, ketika dalam perjalanan waktu (periode budget) ada kemungkinan nilai capaian tidak FULL 100% (bisa lebih atau kurang) , maka perusahaan telah memiliki rencana keuangan yang SIAP digunakan untuk capaian tertentu (baca : relevant range).
Penggunaan budget variabel terutama ditujukan untuk biaya-biaya tidak langsung yang dimiliki perusahaan,
Sebagai catatan , variabel budget bukanlah budget yang berisikan biaya-biaya yang bersifat variabel !
Relevant range atau rentang yang relevan merupakan kisaran tingkat output (dari nilai tertentu sampai nilai tertentu) yang masih dapat menggunakan variable budget. Artinya, budget variabel walaupun memiliki ke fleksibelan, tapi juga ada batasannya.
Ilustrasinya seperti berikut ini :
Anda mungkin pernah memesan delivery order salah satu franchise makanan (misalnya ayam goreng). Saat pesan, anda akan diberitahu bahwa minimum order (minimal pesanan sejumlah nilai tertentu / Rp) harus terpenuhi (Rp.50.000,- misalnya). Hal ini secara implisit menginformasikan pada kita bahwa "biaya yang akan mereka keluarkan, akan tertutupi jika ada pesanan minimal sekian, misalnya untuk BBM motor (karena biasanya mereka antar memakai sepeda motor), perawatan peralatan, atau gaji tukan antar).
Titik Rp.50.000,- (atau setara sekian unit produk merupakan titik minimum).
Kemudian pada kasus perusahaan yang sama, anda akan memesan ayam goreng dan teman-temannya itu untuk satu kelas (misal 50 orang) , maka saya bisa mengatakan bahwa anda akan dikenakan charge tambahan !
Lho, kok ?! Karena menurut anda aneh, pesan Rp.50.000,- saja free of charge, kok pesan lebih banyak bisa tambah bayar ?
Sebenarnya hal ini disebabkan karena delivey-nya franchise tadi HANYA mampu membawa maximum sebanyak yang muat di box sepeda motornya saja. Tetapi ketika pesanan tersebut harus dibawa dengan mobil box, maka perusahaan tidak "memasukkan" bagian itu dalam budgetnya. Karena biaya mobil, sopir, maupun lainnya tentu beda dengan sepeda motor.
Makximum yang muat dalam box-nya itulah yang dikatakan sebagai titik maksimum.
Jadi budget yang fleksibel tersebut bermain pada satu kisaran, entah dari titik A sampai B, atau nilai 1000 - 2000, atau lainnya. Yang jelas, budget tersebut ada batasannya, tidak bisa unlimited !
Mengenai nanti, dalam prakteknya perusahaan tidak memberikan tambahan ongkos ke pelanggannya itu lain soal, karena hal tersebut lebih ke strategi pemasarannya.
Lalu bagaimana tahapan penyusunan variable budget ?
Tidak berbeda dengan tahapan penyusunan budget lainnya, dimana data/informasi merupakan bagian yang perlu di penuhi. Terutama berkaitan dengan activity base/ cost-driver dari biaya-biaya tidak langsung.
Tahapan tersebut :
1. Mengidentifikasi keseluruhan biaya yang dimiliki , terutama biaya yang tidak langsung
2. Biaya yang tidak langsung, yang memiliki sifat semi variabel harus dipisahkan untuk memperoleh unsur biaya variabelnya dan unsur tetapnya.(dengan metode yang akan dijelaskan nanti)iabel berbentuk kolom
Hal ini karena budget variabel tidak mengenal yang namanya biaya semi-variabel.
3. Menyusun budget variabel berbentuk tabel
4. Menyusun budget variabel berbentuk kolom
...akan dilanjutkan ke bagian 2.
Bahan Kuliah Pada Download Link
Bagi mahasiswa yang mengambil MK Akuntansi Biaya dan Anggaran Perusahaan telah ada bahan baru pada kolom download link.Silahkan diunduh.Semoga bermanfaat.
Terimakasih.
Terimakasih.
Selasa, 13 November 2012
Lelucon Ajo (part ciek)
Mendengar CD Lagu (+lawakan) Ajo Andre (musisi dan pelawak Minang) ,
yang kadang duet dengan Santi Martin, kadang dengan One, kadang dengan Upiak Amba, atau Cik Uniang, atau kadang
dengan yang lain, membuat suasana "cair" dan syaraf-syaraf otak kita
sedikit mengendur. Bahkan ide-ide akan bisa muncul, setelah mendengar
"garah" ajo , baik pada lagu, terutama pada lawakan yang muncul di awal
lagu (biasanya).
Sebagai bentuk apresiasi, agar lawakan Ajo, juga bisa dinikmati oleh pembaca, maka saya akan mencoba menuliskan beberapa lawakan tersebut yang biasanya berformat voice. Mudah-mudahan tidak mengurangi esensi lawakan dan tetap bisa membuat pembaca tersenyum [sebelumnya terimakasih kita sampaikan kepada Ajo Andre dan team]. Judul merupakan kreativitas saya sendiri demikian juga pemilihan kata/penggunaan kalimat.[mungkin penggunaan bahasa Indonesia agak sedikit mengurangi "spirit" lawakannya dibanding bahasa asli yang dibawakan Ajo, untuk itu mohon dimaklumi)
(Un)Broken Comb
Seorang pedagang Minang yang berjualan kaki lima di Pasar Tanah Abang menggelar dagangannya. Pedagang tersebut berjualan sisir plastik (bahasa Minangnya, sikek). Dengan bersemangat si pedagang memulai aksinya :
"Silahkan pilih..silahkan pilih ! Sisir asli anti patah!"
"Lihatlah sisir asli anti patah..betul-betul kuat !" pedagang tadi terus berkoar-koar sambil memukul-mukulkan sisir yang ia jual --untuk membuktikan bahwa sisir tersebut memang tahan patah.
Orang-orang semakin berdatangan melihat "aksi" pedagang tadi.
Saking bersemangat, tiba-tiba "BRAKK !"
Suara sisir patah membuat suasana yang tadinya seperti suara lebah menjadi hening. Tapi tak begitu lama..
"Terbukti kan Bapak/Ibu, sisir yang saya jual sama luar dalam. Itu tanda sisir asli !" ternyata pedagang tadi tidak kehilangan akal
Orang-orang kemudian ada yang tersenyum, ada yang tertawa, dan ada juga yang geleng-geleng kepala.
Bule Kuliner
Seorang turis mancanegara yang untuk kedua kalinya mengunjungi Indonesia bertekad untuk mencicipi kuliner sate khas negeri Zamrud Khatulistiwa ini. Perjalanannya pertama adalah Bali, disana kemudian ia mendapati penjual Sate Ayam, setelah ia cari di kamus maka ia kemudian memperoleh kesimpulan bahwa sate ayam adalah jenis sate yang bahannya dari daging hewan ayam. "Mmm..lezat.." demikian komentar bule tadi.
Saat perjalannnya sampai ke Surabaya, maka ia pun menemui penjual Sate Kambing, setelah dibukanya kamus, maka ia kemudian memahami bahwa sate kambing adalah sate yang dagingnya dari hewan kambing.
"Mmm..enak.." demikian kesimpulan bule tadi.
Akhirnya perjalanan bule tadi sampai di Pariaman, Sumatera Barat. Ketika ia melihat ada penjual sate, maka ia pun menghampiri. "Sate Ajo Kudun", begitu ia baca tulisan yang tertulis di gerobak sate. Dibukanya kamus yang setia menemaninya. Ia ingin mengetahui juga jenis sate yang akan ia beli. Tapi ia tidak menemukan kata Ajo Kudun dalam kamusnya.
Dengan bahasa Indonesia yang terbata-bata ia bertanya ke penjual sate" Ma'af..boleh tahu Ajo Kudun itu binatang jenis apa ?" karena selama ini ia telah mencoba sate ayam dan sate kambing, maka ia juga yakin sate di Pariuaman ini juga tidak jauh beda.Tanpa merasa ada yang salah dengan pertanyaannya.
Ajo Kudun, si penjual sate, merah telinganya mendengar pertanyaan si bule.
"Dasar bule.., den saik talingo ang beko.."gerutunya dalam hati [saya sayat telingamu nanti]
Path to Heaven
Seorang ustad menerima undangan ceramah dari jamaah suatu kampung. "Wirid diadakan di surau Ambacang" demikian undangan yang ia terima.
Sang ustad kemudian pada waktu yang telah ditentukan tersebut lalu bersepeda menuju kampung yang mengundangnya. Karena sepanjang perjalanan ia tidak menemukan surau yang dimaksud, akhirnya ketika melihat sekumpulan pemuda yang sedang main domino di lapau (warung) maka ia pun berhenti untuk bertanya.
"Assalamu'alaikum..."
"Wa'alaikumsalam.." jawab para pemuda sambil menoleh ke sang ustad.
"Ambo (saya) mau tanya..surau ambacang dimana ya?"
Lalu seorang pemuda kemudian menjawab "ustad lurus saja, nanti ada simpang tiga, maka ustad belok ke kanan, tidak jauh setelah belok itu , ustad akan lihat ada surau sebelah kiri. Disampingnya ada pohon ambacang (tanaman sejenis mangga, pen.)"
"Ooo..terimakasih..ya" kata si ustad.
Tapi baru beberapa langkah, si ustad kemudian berbalik dan berkata
"Apa setelah isya nanti kalian mau datang ke surau?"
"Kenapa ustad?" heran para pemuda tadi
"Karena saya akan menunjukkan jalan ke surga."
Para pemuda tadi saling berpandangan.
"Ambo permisi..assalamu'alaikum.."
"Wa'alaikumsalam.."
Setelah sang ustad pergi, maka para pemuda tadi langsung berkomentar :
"Betul-betul mengherankan, jalan ke surau ambacang saja tidak tahu. Ee..malah mau menunjukkan jalan ke surga pula.."
Sebagai bentuk apresiasi, agar lawakan Ajo, juga bisa dinikmati oleh pembaca, maka saya akan mencoba menuliskan beberapa lawakan tersebut yang biasanya berformat voice. Mudah-mudahan tidak mengurangi esensi lawakan dan tetap bisa membuat pembaca tersenyum [sebelumnya terimakasih kita sampaikan kepada Ajo Andre dan team]. Judul merupakan kreativitas saya sendiri demikian juga pemilihan kata/penggunaan kalimat.[mungkin penggunaan bahasa Indonesia agak sedikit mengurangi "spirit" lawakannya dibanding bahasa asli yang dibawakan Ajo, untuk itu mohon dimaklumi)
Mohon ma'af jika ada kesamaan nama dan tempat atau lainnya. Tidak ada maksud mendiskreditkan seseorang, sesuatu, atau lainnya. Hanya sekedar "berbagi" kejenakaan Ajo Andre.Terimakasih.
(Un)Broken Comb
Seorang pedagang Minang yang berjualan kaki lima di Pasar Tanah Abang menggelar dagangannya. Pedagang tersebut berjualan sisir plastik (bahasa Minangnya, sikek). Dengan bersemangat si pedagang memulai aksinya :
"Silahkan pilih..silahkan pilih ! Sisir asli anti patah!"
"Lihatlah sisir asli anti patah..betul-betul kuat !" pedagang tadi terus berkoar-koar sambil memukul-mukulkan sisir yang ia jual --untuk membuktikan bahwa sisir tersebut memang tahan patah.
Orang-orang semakin berdatangan melihat "aksi" pedagang tadi.
Saking bersemangat, tiba-tiba "BRAKK !"
Suara sisir patah membuat suasana yang tadinya seperti suara lebah menjadi hening. Tapi tak begitu lama..
"Terbukti kan Bapak/Ibu, sisir yang saya jual sama luar dalam. Itu tanda sisir asli !" ternyata pedagang tadi tidak kehilangan akal
Orang-orang kemudian ada yang tersenyum, ada yang tertawa, dan ada juga yang geleng-geleng kepala.
Bule Kuliner
Seorang turis mancanegara yang untuk kedua kalinya mengunjungi Indonesia bertekad untuk mencicipi kuliner sate khas negeri Zamrud Khatulistiwa ini. Perjalanannya pertama adalah Bali, disana kemudian ia mendapati penjual Sate Ayam, setelah ia cari di kamus maka ia kemudian memperoleh kesimpulan bahwa sate ayam adalah jenis sate yang bahannya dari daging hewan ayam. "Mmm..lezat.." demikian komentar bule tadi.
Saat perjalannnya sampai ke Surabaya, maka ia pun menemui penjual Sate Kambing, setelah dibukanya kamus, maka ia kemudian memahami bahwa sate kambing adalah sate yang dagingnya dari hewan kambing.
"Mmm..enak.." demikian kesimpulan bule tadi.
Akhirnya perjalanan bule tadi sampai di Pariaman, Sumatera Barat. Ketika ia melihat ada penjual sate, maka ia pun menghampiri. "Sate Ajo Kudun", begitu ia baca tulisan yang tertulis di gerobak sate. Dibukanya kamus yang setia menemaninya. Ia ingin mengetahui juga jenis sate yang akan ia beli. Tapi ia tidak menemukan kata Ajo Kudun dalam kamusnya.
Dengan bahasa Indonesia yang terbata-bata ia bertanya ke penjual sate" Ma'af..boleh tahu Ajo Kudun itu binatang jenis apa ?" karena selama ini ia telah mencoba sate ayam dan sate kambing, maka ia juga yakin sate di Pariuaman ini juga tidak jauh beda.Tanpa merasa ada yang salah dengan pertanyaannya.
Ajo Kudun, si penjual sate, merah telinganya mendengar pertanyaan si bule.
"Dasar bule.., den saik talingo ang beko.."gerutunya dalam hati [saya sayat telingamu nanti]
Path to Heaven
Seorang ustad menerima undangan ceramah dari jamaah suatu kampung. "Wirid diadakan di surau Ambacang" demikian undangan yang ia terima.
Sang ustad kemudian pada waktu yang telah ditentukan tersebut lalu bersepeda menuju kampung yang mengundangnya. Karena sepanjang perjalanan ia tidak menemukan surau yang dimaksud, akhirnya ketika melihat sekumpulan pemuda yang sedang main domino di lapau (warung) maka ia pun berhenti untuk bertanya.
"Assalamu'alaikum..."
"Wa'alaikumsalam.." jawab para pemuda sambil menoleh ke sang ustad.
"Ambo (saya) mau tanya..surau ambacang dimana ya?"
Lalu seorang pemuda kemudian menjawab "ustad lurus saja, nanti ada simpang tiga, maka ustad belok ke kanan, tidak jauh setelah belok itu , ustad akan lihat ada surau sebelah kiri. Disampingnya ada pohon ambacang (tanaman sejenis mangga, pen.)"
"Ooo..terimakasih..ya" kata si ustad.
Tapi baru beberapa langkah, si ustad kemudian berbalik dan berkata
"Apa setelah isya nanti kalian mau datang ke surau?"
"Kenapa ustad?" heran para pemuda tadi
"Karena saya akan menunjukkan jalan ke surga."
Para pemuda tadi saling berpandangan.
"Ambo permisi..assalamu'alaikum.."
"Wa'alaikumsalam.."
Setelah sang ustad pergi, maka para pemuda tadi langsung berkomentar :
"Betul-betul mengherankan, jalan ke surau ambacang saja tidak tahu. Ee..malah mau menunjukkan jalan ke surga pula.."
Minggu, 11 November 2012
Ooops ! The Disk Is Full
Terkadang, meminjam sebuah istilah yang "lebih" dikenal, Insya Allah akan memudahkan kita memahami maksud yang ingin disampaikan. Untuk itu dalam postingan kali ini saya akan meminjam istilah THE DISK IS FULL , sebuah istilah yang biasanya dipakai untuk dunia komputer atau gadget yang memiliki sarana penyimpan data (storage).
Kondisi the disk is full akan ditemui ketika user ingin memasukkan data ke dalam sarana penyimpan yang "ternyata" telah penuh, diketahui atau tidak diketahui [maksudnya diketahui adalah user sebenarnya tahu kalau media penyimpan datanya "hampir penuh" tapi masih mencoba/berharap agar file(s) yang dimasukkan itu bisa ditampung]. Keadaan the disk is full juga akan didapati ketika file(s)/data yang akan dimasukkan TERLALU besar dan melebihi kapasitas media simpannya.
Pembaca yang berbahagia..
Analogi the disk is full dalam hal ini akan kita gunakan dalam kegiatan pembelajaran. Dimana seorang siswa/mahasiswa merupakan user yang memiliki media penyimpan ilmu yang akan diperolehnya, yaitu OTAK / brain.
Terkadang siswa/mahasiswa akan sampai pada kondisi the disk is full. Pada saat itu, maka akan ada beberapa kemungkinan :
1. Siswa/Mahasiswa akan "bingung", tidak tahu mau bertindak apa. Sehingga, jika di komputer akan ada istilah "HANG" . Dengan kata lain, siswa/mahasiswa tadi akan membutuhkan waktu untuk "pendinginan" sampai SIAP kembali untuk "dicoba" diisi.
2. Siswa/Mahasiswa akan mencoba mencari cara untuk memindahkan "isi" storage nya (baca : OTAK/brain/pikiran) ke media penyimpan lain (seperti catatan/komputer/ atau lainnya). Setelah ada proses pemindahan/transfer tadi, maka siswa/mahasiswa akan mencoba menerima file(s) yang diterima.
3. Siswa/Mahasiswa akan mengandalkan storage user lain (baca : OTAK/pikiran siswa/mahasiswa lain). Pada saat membutuhkan, maka siswa/mahasiswa tadi akan meng"copy" file(s) tadi. Jika lupa maka sia-sialah proses "pembelajaran" yang dilakukan.
Mungkin agak membingungkan, tapi itulah kondisi yang sering terjadi dalam proses pembelajaran di kelas. Peserta didik (siswa/mahasiswa) terkadang tidak siap untuk menerima pembelajaran yang diikuti, karena "storage" yang dimiliki (otak/pikiran) telah dipenuhi oleh berbagai hal atau storage tadi tidak diorganisir sedemikian rupa (kalau di komputer ada proses defrag--untuk merapikan file).
Lalu bagaimana agar disk tersebut dapat SENANTIASA siap menerima pembelajaran ? Karena pada hakekatnya OTAK memang memiliki kemampuan LUAR BIASA . Bahkan mungkin unlimited. Apa yang kita lakukan sekarang, katanya baru 2% dari kemampuan OTAK itu sendiri. Bayangkan, bagaimana mungkin kondisi the disk if full terjadi !
Hal-hal yang dapat dilakukan, diantaranya:
1. Membersihkan hati sebagai pusat pengendali pikiran/otak. Dengan hati yang bersih maka proses penyimpanan di storage/disk akan terkendali.
2. Melakukan proses pemindahan file(s) / data / ilmu pengetahuan yang diterima ke media lain--sebagai backup dan juga agar meringankan proses kerja otak/storage/disk yang ada.
3. Mencari berbagai variasi pembelajaran (saat ini ada istilah blended learning--insya allah akan dibahas-- dimana pembelajaran tidak harus via tatap muka atau tulisan, tapi juga bisa melalui media lain, seperti suara, visual, dan lainnya).
4. Membersihkan secara berkala "storage" yang kita miliki dari hal-hal yang tidak bermanfaat.
5. Menjaga "storage" yang kita miliki dari kemungkinan virus-virus yang akan merusak.
6. Berlatih untuk terus melakukan cara yang terbaik saat menerima/mentransfer file(s) pembelajaran yang diterima.
7. Segera melakukan tindakan saat ada warning "the disk is nearly full" . Artinya saat otak sudah mulai agak lambat memproses maka segera istighfar memohon pertolongan Allah agar dibukakan pikiran dalam menerima pembelajaran.
The Disk Is Never Full.
Insya Allah..
Kondisi the disk is full akan ditemui ketika user ingin memasukkan data ke dalam sarana penyimpan yang "ternyata" telah penuh, diketahui atau tidak diketahui [maksudnya diketahui adalah user sebenarnya tahu kalau media penyimpan datanya "hampir penuh" tapi masih mencoba/berharap agar file(s) yang dimasukkan itu bisa ditampung]. Keadaan the disk is full juga akan didapati ketika file(s)/data yang akan dimasukkan TERLALU besar dan melebihi kapasitas media simpannya.
Pembaca yang berbahagia..
Analogi the disk is full dalam hal ini akan kita gunakan dalam kegiatan pembelajaran. Dimana seorang siswa/mahasiswa merupakan user yang memiliki media penyimpan ilmu yang akan diperolehnya, yaitu OTAK / brain.
Terkadang siswa/mahasiswa akan sampai pada kondisi the disk is full. Pada saat itu, maka akan ada beberapa kemungkinan :
1. Siswa/Mahasiswa akan "bingung", tidak tahu mau bertindak apa. Sehingga, jika di komputer akan ada istilah "HANG" . Dengan kata lain, siswa/mahasiswa tadi akan membutuhkan waktu untuk "pendinginan" sampai SIAP kembali untuk "dicoba" diisi.
2. Siswa/Mahasiswa akan mencoba mencari cara untuk memindahkan "isi" storage nya (baca : OTAK/brain/pikiran) ke media penyimpan lain (seperti catatan/komputer/ atau lainnya). Setelah ada proses pemindahan/transfer tadi, maka siswa/mahasiswa akan mencoba menerima file(s) yang diterima.
3. Siswa/Mahasiswa akan mengandalkan storage user lain (baca : OTAK/pikiran siswa/mahasiswa lain). Pada saat membutuhkan, maka siswa/mahasiswa tadi akan meng"copy" file(s) tadi. Jika lupa maka sia-sialah proses "pembelajaran" yang dilakukan.
Mungkin agak membingungkan, tapi itulah kondisi yang sering terjadi dalam proses pembelajaran di kelas. Peserta didik (siswa/mahasiswa) terkadang tidak siap untuk menerima pembelajaran yang diikuti, karena "storage" yang dimiliki (otak/pikiran) telah dipenuhi oleh berbagai hal atau storage tadi tidak diorganisir sedemikian rupa (kalau di komputer ada proses defrag--untuk merapikan file).
Lalu bagaimana agar disk tersebut dapat SENANTIASA siap menerima pembelajaran ? Karena pada hakekatnya OTAK memang memiliki kemampuan LUAR BIASA . Bahkan mungkin unlimited. Apa yang kita lakukan sekarang, katanya baru 2% dari kemampuan OTAK itu sendiri. Bayangkan, bagaimana mungkin kondisi the disk if full terjadi !
Hal-hal yang dapat dilakukan, diantaranya:
1. Membersihkan hati sebagai pusat pengendali pikiran/otak. Dengan hati yang bersih maka proses penyimpanan di storage/disk akan terkendali.
2. Melakukan proses pemindahan file(s) / data / ilmu pengetahuan yang diterima ke media lain--sebagai backup dan juga agar meringankan proses kerja otak/storage/disk yang ada.
3. Mencari berbagai variasi pembelajaran (saat ini ada istilah blended learning--insya allah akan dibahas-- dimana pembelajaran tidak harus via tatap muka atau tulisan, tapi juga bisa melalui media lain, seperti suara, visual, dan lainnya).
4. Membersihkan secara berkala "storage" yang kita miliki dari hal-hal yang tidak bermanfaat.
5. Menjaga "storage" yang kita miliki dari kemungkinan virus-virus yang akan merusak.
6. Berlatih untuk terus melakukan cara yang terbaik saat menerima/mentransfer file(s) pembelajaran yang diterima.
7. Segera melakukan tindakan saat ada warning "the disk is nearly full" . Artinya saat otak sudah mulai agak lambat memproses maka segera istighfar memohon pertolongan Allah agar dibukakan pikiran dalam menerima pembelajaran.
The Disk Is Never Full.
Insya Allah..
Jumat, 09 November 2012
Kamis, 08 November 2012
Soal Hitungan Praktikum Manajemen Investasi
Bagi mahasiswa MK Praktikum Manajemen Investasi silahkan mendownload soal hitungan yang harus dikerjakan dan dikumpulkan pada hari Selasa nanti, bersamaan dengan soal-soal yang telah disampaikan sebelumnya
Terimakasih.
Terimakasih.
Langganan:
Komentar (Atom)

