Mungkin ini menjadi postingan terakhir saya di tahun 2012 . Kurang lebih 24 jam lagi, maka jika Tuhan berkehendak, maka waktu akan bergulir masuk ke tahun 2013. Insya Allah..
Katanya, ada sebuah "habit" yang umumnya dilakukan oleh mereka yang menghadapi peralihan waktu, kebiasaan untuk membuat resolusi. Sebuah "tekad" , komitmen, atau JANJI.Hal ini karena resolusi merupakan kata serapan dari kata "resolution" -- Bahasa Inggris. Yang mana jika kita buka kamus salah satu artinya adalah ' something one makes up one's mind to do.
Bukan resolusi dalam Bahasa Indonesia yang diartikan sebagai putusan/kebulatan pendapat atau tuntutan ke pihak lain (karena tidak cocok dengan pemakaian untuk diri sendiri yang biasanya dipakai menjelang Tahun Baru).
Saya memiliki perspektif lain yang mungkin bisa didiskusikan.
Yaitu resolusi merupakan penggabungan kata dari Re + Solution.
Resolusi saya maknai sebagai Solusi Ulang.
Solusi ulang atas permasalahan atau hal-hal yang dihadapi dalam perjalanan waktu yang kita lalui.
Sebuah "jalan keluar" yang dicari kembali untuk mencapai visi/misi hidup.
Solusi yang di"pikir" kembali untuk dapat digunakan agar kehidupan masa depan menjadi lebih baik.
Solusi Ulang untuk tidak lagi "kalah" seperti waktu-waktu sebelumnya.
Menurut saya, itulah sebenarnya yang kita lakukan saat kita membuat resolusi tahun baru.
Selamat Tahun Baru 2013
Semoga Tahun Depan akan lebih baik.
Aamiin..
Minggu, 30 Desember 2012
Kamis, 27 Desember 2012
One Package For Every Single Day
Yang pertama kali terbayang di pikiran kita saat bicara PAKET adalah sebuah kotak / bungkusan besar persegi yang disampul kertas berwarna coklat plus plastik dan ada stempel pos dan sebagainya. Kira-kira begitu. Mungkin ada visualisasi lain, tapi kita rasanya tidak berbeda persepsi tentang makna "paket". Tentunya kita tidak memasukkan paket bom dan paket-paket made by terrorist lainnya.
Didalam paket akan terdapat beberapa jenis barang. Ada kalanya memang isinya satu jenis saja. Tetapi paket yang kita maksud adalah paket yang terdiri dari berbagai ragam hal/benda.
Pembaca yang berbahagia...
Saat kita terbangun pada hari yang baru , maka saya bisa mengibaratkan bahwa kita secara sadar atau tidak (mau) menyadari , telah menerima SATU PAKET dari Tuhan Yang Maha Esa. Satu paket yang tidak kasat mata, tetapi nyata !
Setiap hari, satu paket !
Sebelum pembaca mengatakan saya mengada-ada, maka saya akan sampaikan tafsir dari ide yang saya sampaikan diatas :
Ketika Allah SWT memberikan kita umur satu hari, maka Dia juga menyertakan paket yang mengiringi kehidupan kita pada hari itu.
Paket yang berisikan : Waktu , Kesempatan/Peluang, Kesulitan, Kemudahan, Kesempatan Silaturrahim, Keluarga yang berkeluh kesah, Aktivitas Yang akan dijalani, Amal Ibadah yang Wajib dikerjakan, Kesempatan Melakukan Ibadah Sunat, dan banyak lagi.
Apakah kemudian kita mengatakan paket yang diterima setiap orang sama ?
Tentu Tidak ! Karena setiap orang telah diatur sedemikian rupa oleh Allah SWT, berdasarkan kemampuan dan kesanggupannya.
Lalu, apakah kemudian Allah tidak adil ? Please..Allah itu Maha Adil !
Paket dengan berbagai ukuran sesuai isinya akan DISAMPAIKAN tepat pada alamatnya !
Tidak akan salah alamat.
Kita sebagai penerima paket lah yang kemudian mesti menguraikan isi paket tersebut sebaik-baiknya.
Memanfaatkan paket yang diberikan itu sebaik-baiknya !
Jika dalam paket itu, ada "godaan" untuk berbuat maksiat/kejahatan, maka kita jugalah yang harus "menjinakkan" isi paket tersebut.
Saya hanya ingin menyampaikan kepada kita semua. Bahwa perbedaan orang-orang yang sukses , bahagia, dan berhasil, dengan yang tidak berhasil, tidak bahagia, dan tidak sukses, adalah KEPIAWAIAN MEMANFAATKAN PAKET YANG DIBERIKAN !
Saat anda yang telah berkeluarga, disibukkan dengan anak-anak yang nakal, tersenyumlah..ini adalah "isi" paket kehidupan anda yang mesti anda "manage" dengan baik.
Ketika paket hari ini dapat dikelola dengan baik, maka kita berharap paket yang akan kita terima esoknya bakal lebih baik, jika belum, tersenyumlah dan bersabarlah..paket yang ada TIDAK untuk orang lain.
Paket itu untuk anda !
Jadikanlah itu ladang amal untuk kebaikan.
Setiap paket. Setiap Hari.
Fastabiqulkhairat..
Didalam paket akan terdapat beberapa jenis barang. Ada kalanya memang isinya satu jenis saja. Tetapi paket yang kita maksud adalah paket yang terdiri dari berbagai ragam hal/benda.
Pembaca yang berbahagia...
Saat kita terbangun pada hari yang baru , maka saya bisa mengibaratkan bahwa kita secara sadar atau tidak (mau) menyadari , telah menerima SATU PAKET dari Tuhan Yang Maha Esa. Satu paket yang tidak kasat mata, tetapi nyata !
Setiap hari, satu paket !
Sebelum pembaca mengatakan saya mengada-ada, maka saya akan sampaikan tafsir dari ide yang saya sampaikan diatas :
Ketika Allah SWT memberikan kita umur satu hari, maka Dia juga menyertakan paket yang mengiringi kehidupan kita pada hari itu.
Paket yang berisikan : Waktu , Kesempatan/Peluang, Kesulitan, Kemudahan, Kesempatan Silaturrahim, Keluarga yang berkeluh kesah, Aktivitas Yang akan dijalani, Amal Ibadah yang Wajib dikerjakan, Kesempatan Melakukan Ibadah Sunat, dan banyak lagi.
Apakah kemudian kita mengatakan paket yang diterima setiap orang sama ?
Tentu Tidak ! Karena setiap orang telah diatur sedemikian rupa oleh Allah SWT, berdasarkan kemampuan dan kesanggupannya.
Lalu, apakah kemudian Allah tidak adil ? Please..Allah itu Maha Adil !
Paket dengan berbagai ukuran sesuai isinya akan DISAMPAIKAN tepat pada alamatnya !
Tidak akan salah alamat.
Kita sebagai penerima paket lah yang kemudian mesti menguraikan isi paket tersebut sebaik-baiknya.
Memanfaatkan paket yang diberikan itu sebaik-baiknya !
Jika dalam paket itu, ada "godaan" untuk berbuat maksiat/kejahatan, maka kita jugalah yang harus "menjinakkan" isi paket tersebut.
Saya hanya ingin menyampaikan kepada kita semua. Bahwa perbedaan orang-orang yang sukses , bahagia, dan berhasil, dengan yang tidak berhasil, tidak bahagia, dan tidak sukses, adalah KEPIAWAIAN MEMANFAATKAN PAKET YANG DIBERIKAN !
Saat anda yang telah berkeluarga, disibukkan dengan anak-anak yang nakal, tersenyumlah..ini adalah "isi" paket kehidupan anda yang mesti anda "manage" dengan baik.
Ketika paket hari ini dapat dikelola dengan baik, maka kita berharap paket yang akan kita terima esoknya bakal lebih baik, jika belum, tersenyumlah dan bersabarlah..paket yang ada TIDAK untuk orang lain.
Paket itu untuk anda !
Jadikanlah itu ladang amal untuk kebaikan.
Setiap paket. Setiap Hari.
Fastabiqulkhairat..
Minggu, 23 Desember 2012
Kaleidoskop Diri
Sudah memasuki akhir tahun 2012. Kita akan diramaikan dengan berbagai acara TV bertajuk kaleidoskop , mulai dari kaleidoskop politik, olahraga, peristiwa dalam negeri, luar negeri, selebriti, atau dengan embel-embel lainnya. Yang jelas, stasiun TV mencoba merangkai kepingan-kepingan berita dan informasi sepanjang tahun (dari Januari sampai tayangan tersebut on-air) kepada para pemirsanya. Dengan tujuan, kita akan memperoleh "gambaran besar" tentang hal yang terkait dengan tajuk yang diusung.
Kalau dicoba pengertian lain, kaleidoskop juga diartikan sebagai sebuah alat semacam teropong yang bisa memberikan "penglihatan luas (wide-view) yang umumnya memiliki potongan-potongan lensa yang berwarna-warni sehingga menjadikannya indah.
Saya yakin, sebagian besar pembaca tidak asing dengan kata kaleidoskop tersebut. Untuk itu saya meminjam kata tersebut dengan makna yang sama, yang saya akan kaitkan dengan diri (kita) masing-masing. Benar pembaca, DIRI (anda sendiri, termasuk untuk diri saya sendiri !)
Waktu memang tak akan berhenti , sampai Sang Pemilik Waktu (baca : Tuhan Yang Maha Esa) membuatnya berhenti ! Kita yang menempuh tahun 2011 kemaren, rasanya masih terbayang bagaimana suasana yang kita alami saat pergantian ke tahun 2012. Sekarang, lebih kurang satu pekan lagi, tahun 2012 akan berganti ke 2013. Insya Allah.
Setiap pergantian tahun, atau saat mau memasuki bulan Januari, sebagaimana nama bulan Januari yang diambil dari nama dewa Yunani, JANUS (dewa bermuka dua-satu menghadap ke depan dan satu kebelakang), maka ada dua hal yang akan kita lakukan (biasanya).
1. Mengevaluasi "kinerja" kita selama satu tahun
2. Merencanakan hal-hal yang akan kita lakukan selama satu tahun (atau lebih) di tahun berikutnya.
Pembaca yang berbahagia..
Kita HANYA membahas bagian 1 -- "muka" menghadap ke belakang. Kita akan flashback ke masa lalu. Semacam melakukan time-travel. Mulai dari Januari, Februari, dan seterusnya. Merangkai perjalanan hidup kita menjadi semacam kaleidoskop. Kaleidoskop Diri.
Apa yang anda akan peroleh ? Tentu jawabnya tergantung masing-masing.
Perjalanan hidup anda, sampai ke yang sekecil-kecilnya, HANYA anda dan Tuhan saja yang tahu !
Tetapi ketika kita mengambil "kepingan-kepingan" besar, maka mungkin ada yang lain mengetahuinya.
Jika memang demikian, penilaian orang terhadap diri anda, selain bagaimana juga anda "memotret" diri sendiri, TERLEBIH bagaimana diri anda dihadapan TUHAN menjadi sesuatu yang HARUS dievaluasi !
Sudah seberapa "BAIK" nilai kita. Rapor kita.
Sudah seberapa "BAGUS" prestasi dan capaian kita.
Sudah seberapa "LUAR BIASA" nya kehidupan yang indah ini dijalani.
Suidah seberapa "SYUKUR" nya kita.
Sudah seberapa "SABAR" nya kita.
atau
Sudah sejahat apakah kita ?
Sudah berapa banyak KORUPSI secara sadar atau tidak kita lakukan ?
dan lain sebagainya.
Pembaca yang sama-sama mengharapkan hari esok lebih baik dari hari ini..
Daftar tersebut akan semakin panjang, jika kita mau "sedikit sabar" melakukan perjalanan kaleidoskop tersebut. Jujur dan mau mengingat kejadian-kejadian lalu. Bukan untuk yang baik-baik saja, juga untuk yang tidak/kurang baik !
Saya percaya, kita memiliki "style" masing-masing saat membuat KALEIDISKOP DIRI masing-masing.
Tahun 2012 tinggal beberapa hari lagi !
Entah apakah kita memang bisa "menginjakkan" kaki di tahun 2013. Hanya Tuhan Yang Maha Tahu.
Wallahu'alam bisshawab.
Kalau dicoba pengertian lain, kaleidoskop juga diartikan sebagai sebuah alat semacam teropong yang bisa memberikan "penglihatan luas (wide-view) yang umumnya memiliki potongan-potongan lensa yang berwarna-warni sehingga menjadikannya indah.
Saya yakin, sebagian besar pembaca tidak asing dengan kata kaleidoskop tersebut. Untuk itu saya meminjam kata tersebut dengan makna yang sama, yang saya akan kaitkan dengan diri (kita) masing-masing. Benar pembaca, DIRI (anda sendiri, termasuk untuk diri saya sendiri !)
Waktu memang tak akan berhenti , sampai Sang Pemilik Waktu (baca : Tuhan Yang Maha Esa) membuatnya berhenti ! Kita yang menempuh tahun 2011 kemaren, rasanya masih terbayang bagaimana suasana yang kita alami saat pergantian ke tahun 2012. Sekarang, lebih kurang satu pekan lagi, tahun 2012 akan berganti ke 2013. Insya Allah.
Setiap pergantian tahun, atau saat mau memasuki bulan Januari, sebagaimana nama bulan Januari yang diambil dari nama dewa Yunani, JANUS (dewa bermuka dua-satu menghadap ke depan dan satu kebelakang), maka ada dua hal yang akan kita lakukan (biasanya).
1. Mengevaluasi "kinerja" kita selama satu tahun
2. Merencanakan hal-hal yang akan kita lakukan selama satu tahun (atau lebih) di tahun berikutnya.
Pembaca yang berbahagia..
Kita HANYA membahas bagian 1 -- "muka" menghadap ke belakang. Kita akan flashback ke masa lalu. Semacam melakukan time-travel. Mulai dari Januari, Februari, dan seterusnya. Merangkai perjalanan hidup kita menjadi semacam kaleidoskop. Kaleidoskop Diri.
Apa yang anda akan peroleh ? Tentu jawabnya tergantung masing-masing.
Perjalanan hidup anda, sampai ke yang sekecil-kecilnya, HANYA anda dan Tuhan saja yang tahu !
Tetapi ketika kita mengambil "kepingan-kepingan" besar, maka mungkin ada yang lain mengetahuinya.
Jika memang demikian, penilaian orang terhadap diri anda, selain bagaimana juga anda "memotret" diri sendiri, TERLEBIH bagaimana diri anda dihadapan TUHAN menjadi sesuatu yang HARUS dievaluasi !
Sudah seberapa "BAIK" nilai kita. Rapor kita.
Sudah seberapa "BAGUS" prestasi dan capaian kita.
Sudah seberapa "LUAR BIASA" nya kehidupan yang indah ini dijalani.
Suidah seberapa "SYUKUR" nya kita.
Sudah seberapa "SABAR" nya kita.
atau
Sudah sejahat apakah kita ?
Sudah berapa banyak KORUPSI secara sadar atau tidak kita lakukan ?
dan lain sebagainya.
Pembaca yang sama-sama mengharapkan hari esok lebih baik dari hari ini..
Daftar tersebut akan semakin panjang, jika kita mau "sedikit sabar" melakukan perjalanan kaleidoskop tersebut. Jujur dan mau mengingat kejadian-kejadian lalu. Bukan untuk yang baik-baik saja, juga untuk yang tidak/kurang baik !
Saya percaya, kita memiliki "style" masing-masing saat membuat KALEIDISKOP DIRI masing-masing.
Tahun 2012 tinggal beberapa hari lagi !
Entah apakah kita memang bisa "menginjakkan" kaki di tahun 2013. Hanya Tuhan Yang Maha Tahu.
Wallahu'alam bisshawab.
Sabtu, 22 Desember 2012
"Kiamat" Yang Tertunda
Ada-ada saja manusia ! Untuk sesuatu yang merupakan rahasia Allah SWT (bahkan Rasul sendiri tidak diberi tahu perihal tersebut), kita merepotkan diri sendiri.
Kalender suku maya yang berakhir di 21.12.2012 dianggap akan menjadi "kiamat" di atas bumi ini.
Buktinya ? Kalau saya masih bisa menulis postingan ini dan anda masih bisa membaca, maka KIAMAT belum terjadi dan kita masih diberi kehidupan oleh Tuhan. Alhamdulillah..
Tertundanya "kiamat" merupakan berkah bagi kita yang masih hidup untuk memperbaiki diri dan amal sholeh kita. Tentunya bukan menjadi titik dimana kita menjadi merasa selamat, karena terhindar dari kiamat !
Kiamat pasti terjadi ! Karena itu merupakan keimanan dan keyakinan kita.
Masalahnya, kita tidak tahu kapan !?
Pertanda kiamat sebagaimana yang disampaikan oleh agama kita memang sudah hadir.
Semoga kita menjadi orang-orang yang senantiasa mau belajar dan memperbaiki diri
Kalender suku maya yang berakhir di 21.12.2012 dianggap akan menjadi "kiamat" di atas bumi ini.
Buktinya ? Kalau saya masih bisa menulis postingan ini dan anda masih bisa membaca, maka KIAMAT belum terjadi dan kita masih diberi kehidupan oleh Tuhan. Alhamdulillah..
Tertundanya "kiamat" merupakan berkah bagi kita yang masih hidup untuk memperbaiki diri dan amal sholeh kita. Tentunya bukan menjadi titik dimana kita menjadi merasa selamat, karena terhindar dari kiamat !
Kiamat pasti terjadi ! Karena itu merupakan keimanan dan keyakinan kita.
Masalahnya, kita tidak tahu kapan !?
Pertanda kiamat sebagaimana yang disampaikan oleh agama kita memang sudah hadir.
Semoga kita menjadi orang-orang yang senantiasa mau belajar dan memperbaiki diri
Jumat, 21 Desember 2012
22/12
Bagi kita di Indonesia, besok, tanggal 22 Desember 2012, merupakan peringatan Hari Ibu yang ke-84. Bagi pembaca yang mungkin belum tahu, peringatan ke-84 tersebut dilatar belakangi oleh adanya Kongres Wanita Indonesia pertama di tahun 1928, sehingga pemerintah saat itu memutuskan tanggal 22.12.1928 sebagai awal Hari Ibu di Indonesia. Untuk negara-negara lain, Mother's Day atau Mom's Day diperingati pada waktu yang berbeda.
Intinya sama, pada hari itu kita diingatkan akan besarnya jasa seorang Ibu, perempuan yang melahirkan kita, membesarkan kita dengan kasih sayang, dan sebagainya.
Saya yakin, kita tentu tidak hanya pada tanggal tersebut INGAT akan jasa beliau. Karena kasih ibu itu sepanjang kehidupan kita.
Wujud bahwa kita memang sangat menghargai (mungkin kata menghargai juga kurang tepat karena bahkan jasa beliau-beliau tidak akan bisa dibandingkan dengan HARGA apa pun!) , maka menjadikan satu hari khusus sebagai HARI IBU mungkin ada alasannya juga.
Lalu, setelah kita memperingati Hari Ibu apakah kemudian kita sudah mampu menyicil jasa seorang Ibu.
Tentu jawabannya TIDAK ! Memperingati Hari Ibu adalah saat untuk kita semakin memberikan kasih sayang dan perhatian kepada Ibu (dan ayah) sebagai orang tua kita.
Titik untuk kembali merevitalisasi semangat dan kebaikan kita untuk kedua orangtua kita.
Tidak usah ditunggu sampai tanggal 22 Desember (besok)
Sekarang juga lebih baik !
Intinya sama, pada hari itu kita diingatkan akan besarnya jasa seorang Ibu, perempuan yang melahirkan kita, membesarkan kita dengan kasih sayang, dan sebagainya.
Saya yakin, kita tentu tidak hanya pada tanggal tersebut INGAT akan jasa beliau. Karena kasih ibu itu sepanjang kehidupan kita.
Wujud bahwa kita memang sangat menghargai (mungkin kata menghargai juga kurang tepat karena bahkan jasa beliau-beliau tidak akan bisa dibandingkan dengan HARGA apa pun!) , maka menjadikan satu hari khusus sebagai HARI IBU mungkin ada alasannya juga.
Lalu, setelah kita memperingati Hari Ibu apakah kemudian kita sudah mampu menyicil jasa seorang Ibu.
Tentu jawabannya TIDAK ! Memperingati Hari Ibu adalah saat untuk kita semakin memberikan kasih sayang dan perhatian kepada Ibu (dan ayah) sebagai orang tua kita.
Titik untuk kembali merevitalisasi semangat dan kebaikan kita untuk kedua orangtua kita.
Tidak usah ditunggu sampai tanggal 22 Desember (besok)
Sekarang juga lebih baik !
Kamis, 20 Desember 2012
21.12.2012
Karikatur yang saya ambil dari kontan.co.id ( Duitto n Co).
Apakah memang ada di pasar modal kita ? Jika digolongkan ke dua jenis analisa teknikal dan fundamental , kira-kira "kehebohan" yang mungkin ada masuk kemana ya ?
Selasa, 18 Desember 2012
Tamu , Umat , Maut
Rasanya hukum kelembaman kembali mengusik, dimana hukum ke-3 dari hukum gerak ini mengatakan bahwa : jika sebuah benda bergerak maka ia akan cenderung untuk terus bergerak , sementara benda yang diam maka ia akan cenderung diam.
Seperti saya yang sudah cukup lama untuk tidak memposting "sesuatu" . Entah karena aktifitas lain, tetapi mungkin hukum kelembaman berlaku. Alhamdulillah , dengan massa yang cukup besar berupa dorongan untuk selalu berbagi, maka saya kembali hadir.
Kali ini kita membahas 3 (tiga) kata yang memiliki jumlah huruf yang sama dan huruf-huruf yang sama pula, tetapi berbeda posisi. Ketiga kata yang jadi judul tersebut adalah Tamu , Umat , dan Maut. Sama-sama empat huruf , dan sama-sama terdiri dari huruf A , M , T , dan U.
Lalu, ada apa dengan ketiga kata itu ?
Sebenarnya saya ingin menjadikannya dalam sebuah kalimat yang berbunyi : Tamu Umat Maut , atau Maut Tamu Umat. Maksudnya ; Tamu (dari) (sebuah) Umat (adalah) Maut , atau Maut (adalah) Tamu (dari) (sebuah) Umat.
Apakah para pembaca sudah mulai menangkap pesannya ?
Pembaca yang berbahagia, mari kita bahas satu-satu.
Tamu , merupakan kata yang kita pakai untuk orang yang datang ke rumah kita atau suatu acara. Ibaratnya orang yang datang, maka tamu tersebut HANYA sebentar dan akan pergi kembali.
Kita adalah tamu di dunia ini , kita adalah musafir yang SINGGAH sebentar untuk kehidupan akhirat yang abadi. Jika memang kita HANYA tamu di dunia ini, mengapa kita seakan-akan mau selamanya di dunia ini ?
Umat , adalah keseluruhan mereka yang hidup di atas bumi ini, Kita menggunakannya dalam banyak hal , umat muslim, umat kristen, umat manusia, dan sebagainya. Intinya kita adalah bagian dari orang-orang yang ada di bumi ini. Tidak ada yang tidak disebut sebagai umat manusia , jika memang orang-orang itu memiliki kekhasan seperti manusia.
Maut , adalah kematian, ajal, atau berakhirnya kehidupan didunia ini untuk bersiap menjalani kehidupan lain.
Jadi jika Tamu Umat Maut -- berarti kita sebagai manusia menunggu datangnya sang maut. Tamu yang pasti datang TEPAT pada waktunya. Masalahnya kita tidak mengetahu waktunya yang tepat. Tetapi kita yakin, ia akan datang.
Oleh karena kita akan kedatangan tamu, maka tentu kita persiapkan diri untuk menyambutnya. Bukan berarti mengingat kematian membuat kita tidak memaksimalkan kehidupan dunia ini, tetapi karena kita yakin bakal mati lah maka ketika BETUL BETUL melakukan yang terbaik di dunia ini !
Banyak-banyak mengingat kematian akan melunakkan hati kita.
Insya Allah, kita akan menjauhi kesombongan, dan memperbanyak bekal untuk pulang ke kampung akhirat !
Seperti saya yang sudah cukup lama untuk tidak memposting "sesuatu" . Entah karena aktifitas lain, tetapi mungkin hukum kelembaman berlaku. Alhamdulillah , dengan massa yang cukup besar berupa dorongan untuk selalu berbagi, maka saya kembali hadir.
Kali ini kita membahas 3 (tiga) kata yang memiliki jumlah huruf yang sama dan huruf-huruf yang sama pula, tetapi berbeda posisi. Ketiga kata yang jadi judul tersebut adalah Tamu , Umat , dan Maut. Sama-sama empat huruf , dan sama-sama terdiri dari huruf A , M , T , dan U.
Lalu, ada apa dengan ketiga kata itu ?
Sebenarnya saya ingin menjadikannya dalam sebuah kalimat yang berbunyi : Tamu Umat Maut , atau Maut Tamu Umat. Maksudnya ; Tamu (dari) (sebuah) Umat (adalah) Maut , atau Maut (adalah) Tamu (dari) (sebuah) Umat.
Apakah para pembaca sudah mulai menangkap pesannya ?
Pembaca yang berbahagia, mari kita bahas satu-satu.
Tamu , merupakan kata yang kita pakai untuk orang yang datang ke rumah kita atau suatu acara. Ibaratnya orang yang datang, maka tamu tersebut HANYA sebentar dan akan pergi kembali.
Kita adalah tamu di dunia ini , kita adalah musafir yang SINGGAH sebentar untuk kehidupan akhirat yang abadi. Jika memang kita HANYA tamu di dunia ini, mengapa kita seakan-akan mau selamanya di dunia ini ?
Umat , adalah keseluruhan mereka yang hidup di atas bumi ini, Kita menggunakannya dalam banyak hal , umat muslim, umat kristen, umat manusia, dan sebagainya. Intinya kita adalah bagian dari orang-orang yang ada di bumi ini. Tidak ada yang tidak disebut sebagai umat manusia , jika memang orang-orang itu memiliki kekhasan seperti manusia.
Maut , adalah kematian, ajal, atau berakhirnya kehidupan didunia ini untuk bersiap menjalani kehidupan lain.
Jadi jika Tamu Umat Maut -- berarti kita sebagai manusia menunggu datangnya sang maut. Tamu yang pasti datang TEPAT pada waktunya. Masalahnya kita tidak mengetahu waktunya yang tepat. Tetapi kita yakin, ia akan datang.
Oleh karena kita akan kedatangan tamu, maka tentu kita persiapkan diri untuk menyambutnya. Bukan berarti mengingat kematian membuat kita tidak memaksimalkan kehidupan dunia ini, tetapi karena kita yakin bakal mati lah maka ketika BETUL BETUL melakukan yang terbaik di dunia ini !
Banyak-banyak mengingat kematian akan melunakkan hati kita.
Insya Allah, kita akan menjauhi kesombongan, dan memperbanyak bekal untuk pulang ke kampung akhirat !
Langganan:
Postingan (Atom)
