Senin, 01 Oktober 2012

Don't Put Your (All) Eggs In One Basket

Don't dedicate all your resources into one thing., demikian wikipedia memberikan pengertian atas kalimat judul share kali ini. Kalimat yang mungkin hampir semua pembaca mengetahuinya.Kalimat yang biasanya dipakai dalam dunia investasi, terutama saham.

Seorang investor yang memiliki kelebihan dana, tentu akan berusaha mencari berbagai alternatif investasi yang (paling) menguntungkan. Dalam dunia modern seperti saat ini, tersedia banyak pilihan investasi. Mulai dari properti, tanah, emas, surat berharga, deposito, dan lainnya.
Pilihan yang jelas bagi investor "normal" adalah investasi yang memberikan RETURN lebih besar dari tingkat risiko yang ada.

Dalam investasi saham, untuk menghindari risiko yang mungkin terjadi adalah dengan menerapkan filosofi "don't put your (all) eggs in one basket". Jangan taruh semua dana di satu jenis SAHAM saja atau satu sektor saja.Jika perusahaan yang sahamnya dibeli/industri mengalami penurunan harga saham atau kondisi yang "mengecewakan" , maka investor tidak akan rugi secara keseluruhan. Tidak semua "telur" akan rusak, karena "keranjang"nya jatuh.

Cara yang dapat dilakukan adalah dengan DIVERSIFIKASI. Terutama untuk risiko yang un-systemic, karena risiko yang systemic tidak dapat dilakukan dengan diversification.
Sederhananya adalah, investor melakukan PORTFOLIO saham, membagi-bagi dana investasinya ke beberapa jenis SAHAM (emiten) dan juga beraneka industri.
Dengan harapan, jika ada satu jenis saham/industri yang "anjlok" , saham/industri lain tidak [bahkan mungkin akan "naik" , sehingga bisa menutupi "loss" yang terjadi]

Tentu saja metode yang dilakukan, tidaklah sesederhana yang dibayangkan. Berbagai teknik analisa mestilah dilakukan, diantaranya ; (1) TOP DOWN analysis, (2) FUNDAMENTAL analysis , dan (3) TEKNIKAL analysis . Pembahasan mengenai teknik-teknik tersebut akan dilakukan pada postingan mendatang, Insya Allah.

Pembaca yang berbahagia..

Sebelum saya mengakhiri share kali ini, saya menggarisbawahi  bahwa prinsip "tidak menaruh semua telur dalam keranjang: TIDAK berlaku dalam aspek spiritual. Keyakinan beragama mestilah full sepenuhnya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tidak boleh sedikit pun meragukanNya.


Selamat mengelola investasi dunia dan akhirat !
Salam,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar